PETA "KRISIS TELUK" & Main Mata ISRAEL-UEA-SAUDI


by Hasmi Bakhtiar
(Pengamat Timteng)

1. Gw menyebut ini "Krisis Teluk" karena shooting-nya di Teluk, walau kita tau para aktor tidak semua berjubah dan berjenggot.

2. Banyak yang masih bingung bagaimana menyikapi krisis ini. Gw paham kondisi ini, karena pihak yang terlibat ber-KTP muslim dan Sunni.

3. Alakulihal, krisis ini menciptakan peta kekuatan di Kawasan yg cukup jelas, dari situ kita bisa analisa ke mana arah daerah panas tersebut.

4. Selama ini, bahkan pasca Arab Spring meletus, peta kekuatan ini masih samar. Contohnya Saudi dan UEA-Israel terlihat saling bermusuhan.

5. Atau Barat (Amrik dan Eropa) terlihat memihak kpd kekuatan revolusi dengan issue demokrasi. Namun waktu sudah membuka banyak hal kpd kita.

6. Kembali kepada krisis Teluk saat ini, untuk memahami akar masalah kita harus kembali ke akhir tahun 2010, ketika Arab Spring meletus.

7. Arab Spring yg sejatinya adlh aksi damai (tidak seperti tuduhan Wahabi yg mengatakan pemberontakan) tidak hanya membongkar kebiadaban rezim

8. Namun juga membangunkan rakyat Arab sekaligus mengajarkan mereka bagaimana indahnya kemerdekaan dan kebebasan dalam hidup.

9. Kondisi ini tentu memkasa pemimpin Arab segara menentukan sikap, apakah merestui kebangkitan rakyat atau mempertahankan kekuasaan.

10. Dalam hal ini maka pemimpin Arab terbagi dalam dua kelompok. Pertama, mereka yang berlapang dada bahkan menyambut kebangkitan umat.

11. Raja Maroko dan Emir Qatar termasuk dari kelompok ini. Selanjutnya gw menamakan mereka sbg Kelompok Reformis.

12. Kelompok kedua, penguasa yang merasa terancam. Saudi dan UEA adalah kekuatan terbesar dari kelompok ini. Gw menamakan dg Kontra Arab Spring.

13. Kelompok reformis menyambut kebangkitan rakyat (Arab Spring) dengan tangan terbuka, walau perubahan sistem di negara mereka bertahap.

14. Mereka juga melihat bahwa kaum Islamis adalah bagian yang tidak bisa terpisahkan dari kebangkitan ini.

15. Memerangi Islamis hanya akan menambah panjang jalan menuju negara yang stabil. Jadi, kelompok reformis memilih bersinergi timbang berperang.

16. Seperti yang terjadi di Maroko, kekuasaan diserahkan kepada Islamis dengan damai ketika mereka memenangkan pertarungan di bilik suara.

17. Kelompok reformis ini juga menjaga agar jangan sampai kaum Islamis di dalam negeri digadaikan demi kepentingan asing.

18. Seperti yang dilakukan Tamim ketika Saudi dan Israel meminta Tamim mengusir Hamas atau Qardhawi karena dituduh teroris

19. Sampai hari ini Tamim menanggapi seruan tsb dg santai kayak di pantai. Hamdulillah pejabat Hamas jg Qardhawi masih bebas melenggang di Doha.

20. Adapun kelompok Kontra Arab Spring seperti Saudi dan UEA, mereka membabi buta menghancurkan kebangkitan rakyat. (Raja Abdullah Saudi yang pertama merestui kudeta As-Sisi)

21. Mereka memaksa rakyat untuk taat walau risikonya adalah kehancuran negara dan perang saudara tak berkesudahan.

22. Kaum Islamis khususnya IM yang meniupkan angin perubahan lewat bilik suara adalah musuh utama mereka, karena ini berkaitan dg kekuasaan.

23. Dua sikap pemimpin Arab yang sangat kontras ini bukan hanya dalam hal berpolitik, tapi lebih dari itu, ini tentang filosofi kekuasaan.

24. Jadi perseteruan ini akan terus berlanjut walau kadang terlihat meredup, karena memang idiologi mereka dalam memimpin berlawanan arah.

25. Kelompok reformis spt Qatar dan Maroko juga kelompok Kontra Arab Spring spt Saudi dan UEA masing2 memiliki pendukung di Kawasan.

26. Turky masuk sbg pendukung kelompok reformis dan Israel masuk sbg pendukung kelompok Kontra Arab Spring.

27. Adapun Eropa dan Amrik sejatinya adalah sekutu bagi kedua kelompok ini. Kelompok reformis dan Kontra Arab Spring berlomba meyakinkan.

28. Awalnya Eropa dan Amrik yakin terhadap kelompok reformis, terlihat pada awal revolusi Tunis dan Mesir

29. Dalam perjalanannya, Eropa dan Amrik mulai ragu apakah kepentingan mereka di Kawasan akan terjamin di bawah kekuasaan kaum Islamis

30. Mereka mulai sadar bahwa yang diminta Islam Politik tidak hanya kekuasaan yang adil, tapi juga ekonomi yang adil dan kemanusiaan yang adil.

31. Itu sebabnya kita lihat sekarang Eropa dan Amrik atau kita sebut Barat berada dalam barisan Kontra Arab Spring.

32. Contohnya Rusia, mendukung Asad dengan terang benderang atau Amrik mendukung As-Sisi dengan malu2. Pada dasarnya mereka "millah wahidah".

33. Kelompok Kontra Arab Spring tidak hanya menunggu datangnya dukungan dari Barat, tapi mereka juga menjemput dukungan tersebut.

34. Seperti pertemuan rahasia antara Menlu UEA dengan PM Israel Netanyahu pada tanggal 28 September 2012.

35. Pertemuan tersebut baru terbongkar beberapa tahun sesudahnya. Menlu UEA, Abdullah bin Zayed menjadi "muhandis" (arsitek/otak) dalam lahirnya Kontra Arab Spring

36. Abdullah bin Zayed menjadi penyambung lidah antara Saudi dan Israel, padahal di depan layar Saudi-Israel terlihat bermusuhan.

37. Dalam hal lobi, ilmu UEA setingkat di atas Saudi. Jadi, Saudi cukup menjadi penyandang dana dan UEA yang atur strategi.

38. Dalam banyak kasus, UEA terlihat tidak akan berani bertindak jika tidak menarik Saudi terlebih dahulu ke pusaran masalah.

39. Inilah cerdiknya UEA, termasuk dalam krisis Teluk saat ini.

40. Perebutan kekuasaan yang terjadi antara pangeran Saudi sukses mengantarkan Ben Zayed (UEA) menguasai jantung kerajaan.

41. Seperti perebutan kekuasaan antara Ben Salman dg Ben Nayef. Ben Salman rela jadikan Ben Zayed sbg sembahan demi berhasil kalahkan Ben Nayef.

42. Akhirnya Ben Salman menang, bahkan menang melawan ayahnya sendiri (Raja Salman). Jangan heran dg kebijakan Saudi ke depan yg mungkin agak membingungkan.

43. Semoga twit ini bisa memberikan gambaran ttg krisis Teluk saat ini, sekaligus di pihak mana kita harus berdiri dan siapa musuh kita. Sekian.

*dari twit @hasmi_bakhtiar (Jumat, 4/8/2017)