PARAH! Berlibur di Italia, Aktor Samuel L. Jackson dan Bintang MBA Magic Johnson Dikira Imigran


[PORTAL-ISLAM.ID] Aktor hollywood Samuel L. Jackson dan mantan bintang NBA Magic Johnson menjadi sasaran kemarahan warga Italia setelah berbelanja di kota resor Italia Forte dei Marmi karena disangka imigran.

Dilansir Daily Sabah (20/8/2017), Jackson dan Johnson sedang berlibur di kota resor Italia Forte dei Marmi, ketika penduduk setempat melihat mereka duduk di bangku setelah berbelanja dengan dikelilingi tas dari merek-merek produk mewah, termasuk Louis Vuitton dan Prada.

Melihat orang kulih hitam yang dikelilingi barang belanjaan mewah, orang-orang mulai memotret dan membagikannya di media sosial, yang memicu beberapa orang Italia menjadi marah karena disangka imigran.

Banyak pengguna media sosial Italia marah melihat dua "migran" hitam yang mereka percaya mendapat keuntungan dari uang Italia, hanya untuk berbelanja di butik mahal. Dalam posting mereka, warga Italia yang marah menyebutkan 35 euro dibayar oleh warga negara Italia untuk menampung pengungsi sesuai kuota Uni Eropa.

Bahkan seorang model Italia Nina Moric, yang pada awalnya orang Kroasia, juga ikut bergabung dengan barisan orang-orang yang marah dengan foto bintang-bintang Amerika tersebut. Dia mengatakan bahwa melihat migran yang menyalahgunakan "35 euro" kami "terlalu banyak."

Samuel L. Jackson adalah bintang film dan produser Amerika yang sangat produktif, yang telah tampil membintangi lebih dari 100 film.

Rekannya, Earvin "Magic" Johnson Jr merupakan bintang NBA. Lima kali mengantarkan Lakers juara NBA selama tahun 1980an. Prestasi karir individu Johnson mencakup tiga NBA MVP Awards, sembilan penampilan NBA Finals, dan dua belas game All-Star.

Betapa naifnya cara berfikir orang-orang Italia ini, melihat kulit hitam langsung otaknya menyebut imigran dan mengorek-orek bantuan "35 euro" untuk imigran.

"Ini imigran Afrika keenakan tinggal di Itali, bisa beli barang-barang mewah, ngabisin bantuan" pikir mereka melihat Samuel L. Jackson dan Magic Johnson.