Human Rights Watch: 4 Tahun Pembantaian Rab'ah Rezim As-Sisi, Pembantaian Terbesar di Era Mesir Modern


[PORTAL-ISLAM.ID] 4 tahun berlalu tragedi pembantaian di Maidan Rab'ah. (14 Agustus 2013 - 14 Agustus 2017).

Massa pendukung presiden Mesir yang sah, Muhammad Mursi memulai aksi damai di Maidan Rab'ah pada 28 Juni 2013.

Mereka berdatangan dari penjuru Mesir demi menyelamatkan presiden Mesir pertama yang dipilih dengan demokratis dan menolak campur tangan militer dalam politik praktis di negara tersebut.

Di Maidan Rab'ah, mereka melakukan aksi protes dan mendirikan tenda untuk bermalam. Mereka melakukan aksi tersebut dengan damai, namum mereka tetap menjadi korban fitnah media-media pendukung kudeta.

Pada 3 Juli 2013, Presiden Mesir pertama yang dipilih secara demokratis Muhammad Mursi dikudeta militer yang dipimpin As-Sisi.

Pada tanggal 14 Agustus 2013, pihak keamanan Mesir (militer dan kepolisian) dilengkapi peralatan berat menyerbu tenda mereka untuk dibubarkan. Ketika itu pihak keamanan datang dari berbagai penjuru dan menghujani demonstran dengan tembakan.

Pembantaian Rab'ah disebut sebagai pembantaian terbesar yang pernah terjadi di era Mesir modern seperti yang dilaporkan Human Rights Watch. Berdasarkan laporan, lebih dari 1000 rakyat sipil tewas dalam pembantaian tersebut. Sumber resmi Mesir menyebutkan puluhan petugas keamanan Mesir ikut tewas, namun pernyataan tersebut tidak didukung oleh sumber independent.

Tenda demonstran dibakar, begitu banyak nyawa melayang, militer Mesir menyerang mesjid Rab'ah termasuk rumah sakit darurat di dalam dan sekitarnya yang penuh dengan mayat. Tidak sampai di situ, mereka yang selamat dari pembantaian dijebloskan ke dalam penjara.

Benar pihak keamanan Mesir melakukan penyelidikan atas pembantaian ini, namun mereka yang sebenarnya adalah korban malah diseret ke pengadilan dengan tuduhan pelaku pembantaian. Hingga saat ini tidak satupun dari militer atau polisi Mesir yang diadili. Justru sebaliknya, para demonstran yang dijadikan tersangka oleh pihak pengadilan Mesir.

Laporan terakhir, pengadilan Mesir kembali menunda sidang terhadap 740 tersangka yang semuanya adalah mereka yang menolak kudeta setelah 4 tahun kasus ini terjadi.

Saat ini fakta yang ditemukan di lapangan menunjukan rezim kudeta As-Sisi menggunakan cara baru dalam menghadapi penentang kudeta, yaitu membunuh mereka secara langsung.

Sumber: Aljazeera

[video]