Dari ILC TvOne Terungkap Ketakutan Kubu Sebelah Akan Pilpres dan Pilkada Pasca Kalah Telak DKI


[PORTAL-ISLAM.ID] Acara ILC TvOne edisi tadi malam, Selasa (29/8/2017), mengangkat topik yang lagi hangat "HALAL HARAM SARACEN".

APA KESIMPULANNYA?

Iramawati Oemar menuturkan:

"Menonton ILC semalam, ada satu hal yang bisa disimpulkan, ditarik benang merahnya antara komentar para nara sumber dari kubu sebelah: mereka TAKUT menghadapi ajang pilkada yang akan datang dan pilpres.

Rupanya efek pilgub DKI kemarin dahsyat sekali mempengaruhi sikap mental mereka. 

Maklumlah, yang dianggap digdaya dan didukung uang tak berseri, bisa keok di kandang sendiri. Tentu shock gak habis habis.

Mereka yang menuhankan materi, pasti tidak bisa menalar akan qudrat dan iradat Allah.

Maka hitung-hitungan di atas kertas, hasil survey dan polling, strategi money politics, semua jadi andalan.

Dan ketika semua kalkulasi itu berantakan, sakitnya tuh disini... "

Kesimpulan yang disampaikan Iramawati Oemar di akun fb-nya itu sejalan dengan apa yang dituturkan salah satu narsum ILC, Prof. Rocky Gerung.

Menurut pakar filsafat UI ini, kasus SARACEN ini dimunculkan memiliki latar belakang (pre-text) kemarahan Pilkada DKI Jakarta. Kemarahan yang sampai berbulan-bulan hingga sekarang.

(Baca: Tamparan Keras Rocky Gerung di ILC Tv One)

Padahal kalau flashback, DULU kekuatan cyber yang tak ada tanding dan tak ada banding adalah JASMEV yang muncul saat Pilkada DKI 2012 sebagai pasukan cyber yang mendukung Jokowi-Ahok. Saat itu (tahun 2012 juga berlanjut Pilpres 2014) kekuatan mereka betul-betul tak ada banding tak ada tanding.

Namun saat terjadi kasus penistaan Ahok, dan bergulir aksi fenomenal 212, sampai kalah Pilkada DKI dan berakhir di bui, kekuatan sosmed yang dahsyat lahir apa yang disebut MCA (Muslim Cyber Army). Praktis MCA yang tanpa organisasi, tanpa struktur, tanpa gelontoran dana, bergerak secara mandiri lintas ormas lintas parpol, menjadi kekuatan sosmed yang dahsyat yang tak bisa dibendung oleh pasukan cyber lain.

Berbagai upaya pun dilakukan untuk menggulung MCA, karena akan "berbahaya" bagi Pilkada 2018 dan terutama Pilpres 2019.

Pilkada DKI 2017 memang menimbulkan trauma dan dendam luar biasa.

Tapi sekali lagi dan yang pasti adalah "wamakaru wamakarallah wallahu khairul makirin" (Mereka membuat tipu daya, tapi rencana Allah yang pasti menang).