Dana Haji Untuk Proyek LRT: Pemerintah Jangan Banyak Gaya, Itu Proyek High Risk


Presiden Jokowi sempat menyatakan investasi Dana Haji untuk proyek infrastruktur sebagai "hanya contoh".

Tapi nyatanya Investasi dana haji ke proyek-proyek infrastruktur bakal direalisasikan pemerintah dalam waktu dekat. Sejumlah proyek infrastruktur menanti kucuran investasi dana umat itu, salah satunya proyek LRT yang butuh dana Rp 26,7 Triliun.

Dana Haji Disasar untuk Proyek LRT
http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/17/08/04/ou5wav354-dana-haji-disasar-untuk-proyek-lrt

Skema Pembiayaan LRT Pakai Dana Haji
http://m.viva.co.id/berita/bisnis/945100-skema-pembiayaan-lrt-pakai-dana-haji

Penggunaan Dana Haji untuk infrasturktur, terutama LRT ini, sangat rentan dan beresiko tinggi.

Hal ini disampaikan manager Megapolitian, Leny Maryouri.

Alumni Teknil Sipil UGM dan Master di Urban and Regional Planning Universitas New South Wales ini menulis di akun facebooknya mengomentari rencana investasi Dana Haji:

"Ini kurang setuju, skema pendanaan LRT dengan Dana Haji, karena proyek high risk..

Dana Haji atau Dana Asuransi atau Dana Pensiun harusnya untuk Refinancing pada Brownfield yang sudah jelas revenue stream nya....

So apabila dana Haji digunakan untuk Proyek LRT ini akan cenderung abuse kewenangan...

Alternative nya Solusi yang bisa dilakukan Pemerintah dengan cara Selesaikan Proyek LRT secara Bertahap.... Dana baru ada 7 T selesai kan jalur Sentul sd Cawang sampai beroperasi sebagai Proven Sukses LRT project...

Jangan banyak gaya mulai membangun jalur Cawang sd Dukuh Atas dan Cawang sd Bekasi Timur tapi potensi mangkrak semua..."

Ini kurang setuju, skema pendanaan LRT dng Dana Haji, krn proyek high risk.. Dana Haji ato Dana Asuransi ato Dana...
Dikirim oleh Leny Maryouri pada 12 Agustus 2017