"Antara Prabowo dan Surya Paloh"


"Antara Prabowo dan Surya Paloh"

[Catatan Nanik S Deyang]

Hari-hari belakangan ini jagad perpolitikan diramaikan oleh ucapan tidak terkontrol dua kader partai . Yang pertama pernyataan Arief Puoyono dari DPP Gerindra yang konon menuding atau menyamakan PDIP dengan PKI, sehingga membuat petinggi PDIP meradang dan mengancam melaporkan Arief ke Polisi.

Sedangkan yang paling baru adalah petinggi Partai Nasdem, Victor L yang mendiskriskan Islam dan memfitnah 4 Partai ada dibalik Islam ekstrimis yang akan membuat Indonesia seperti Suriah.

Dalam kasus Arief (Gerindra) , saat mengetahui Arief berstatement demikian, Prabowo sebagai Ketum Gerindra langsung marah pada Arief, dan diminta Arief meminta maaf kepada PDIP. Tak hanya itu, Prabowo sendiri sibuk menelpon para petinggi PDIP untuk meminta maaf atas ucapan Arief. Dan Arief pun "diadili" di Badan Pertimbangan Partai, lalu dikeluarkan surat peringatan ke-2 (sebelumnya Arief yg memang hobi ngomong di media ini juga pernah dapat peringatan pertama). Dengan peringatan ke-2 ini, Arief terancam dipecat.

Nah, sekarang kita lihat Victor, jujur sampai malam ini saya belum tau sikap Surya Paloh sebagai Ketua Umum Nasdem, padahal Victor bukan hanya memfitnah 4 partai tapi diduga juga melakukan ujaran kebencian terhadap umat Islam. Yang baru saya dengar Nasdem jumpa pers, namun tidak mengakui kesalahan Victor, malah mengatakan video ujaran kebencian Victor dan fitnah 4 partai itu sudah diedit.

Nah dari sini terlihat bagaimana Prabowo sebagai pemimpin Partai sangat tegas tidak melindungi anak buahnya, kalau memang dia salah bukan hanya disuruh minta maaf, tapi juga Prabowo sebagai Ketua Partai minta maaf ke PDIP, dan memberikan sanksi ke anak buahnya.

Semoga Surya Paloh juga bisa bersikap fair seperti halnya Prabowo, minimal tidak memberikan perlindungan pada anak buahnya.