Aisyiyah: Mengapa Tepuk Anak Saleh Dianggap tidak Toleran? Selama Ini Tidak Ada Masalah, Kok Sekarang Dipersoalkan


[PORTAL-ISLAM.ID] PURWOKERTO - Ketua Pengurus Daerah Aisyiyah Muhammadiyah Banyumas Zakiyah mempertanyakan alasan tepuk Anak Sholeh dipersoalkan. Bahkan, ada tuntutan agar kegiatan menyanyikan lagu 'Anak Sholeh' sembari bertepuk tangan itu harus dihentikan, kecuali syairnya diubah.

Zakiyah mengatakan lagu tersebut sudah sangat lama ada dan kerap dinyanyikan anak-anak PAUD dan TK di lingkungan Aisyiyah. Selama itu pula, tidak persoalan dengan pertumbuhan akidah anak-anak.

"Sejak saya masih TK, juga sudah ada lagu itu. Selama ini, juga tidak ada masalah. Kenapa kok baru dipersoalkan sekarang?" kata dia, Senin (31/7), seperti dilansir Republika.

Menurut Zakiyah, jika diteliti secara cermah maka syair lagu Anak Sholeh tersebut juga tidak bertentangan dengan akidah Islam. Termasuk syair 'Islam Yes, Kafir No'.

Dengan lagu tersebut, kalangan pendidik justru berupaya menanamkan aqidah Islam pada anak-anak usia dini agar tidak kafir saat dewasa. "Dengan pemahaman seperti ini, saya justru jadi bertanya sebenarnya salahnya di mana?" kata Zakiyah.

Dia menegaskan, dengan menyanyikan lagi tersebut bukan berarti anak-anak kemudian diajarkan untuk bersikap tidak toleran. "Tidak tolerannya yang bagaimana? Saya, yang saat masih anak-anak sering menyanyikan lagu itu, saya kira tidak kurang tolerannya. Jadi kenapa dipersoalkan?" kata dia.

Zakiyah justru khawatir saat ini ada sedang berlangsung upaya-upaya untuk membenturkan sesama umat Islam. "Marilah kita berpikir jernih. Dalam situasi seperti sekarang, janganlah sesama umat Islam sampai terpancing untuk dibentur-benturkan," kata dia.

Lagu Anak Sholeh yang kerap dinyanyikan anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Islam sambil bertepuk tangan dipersoalkan oleh Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Banyumas. Ketua Himpaudi Khasanatul Mufidah dalam rakor pokja program pendidikan keluarga di Gedung Ki Hajar Dewantara Kompleks Dinas Pendidikan Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (28/7), meminta agar kegiatan menyanyikan lagu tersebut dihentikan, atau syairnya diubah.

Mufidah menilai, tepuk Anak Sholeh yang diakhiri 'Islam Yes, Kafir No', akan mendidik anak-anak menjadi bersikap tidak toleran. "Lagu dengan akhiran seperti itu melatih anak intoleran dan merusak kebersamaan. Dikhawatirkan nantinya berlanjut ke jenjang pendidikan berikutnya," kata dia.

[Video Tepuk Anak Soleh]