Yth Presiden Jokowi, Anda Yang Semestinya Sungkem Cium Tangan Kepada Rakyat Karena Belum Berhasil Mengemban Amanat


Kepada Yth. Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. H. Joko Widodo

Dalam kapasitas Bapak sebagai Kepala Negara & Kepala Pemerintahan - Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka "idealnya" adalah JUSTRU Bapak yang seharusnya "sungkem / cium tangan" kepada Sang Kakek Tua Renta, karena belum berhasil menjalankan amanah konstitusi (UUD 1945 berikut Amandemen) untuk memelihara fakir miskin dan anak-anak yang terlantar.

Bukannya malah menjadikan Sang Kakek sebagai [bagian] dari obyek untuk sebuah "Pertunjukan Amal !"

Khalifah Umar Radhiyallahu ‘anhu menangis dan lalu memanggul sendiri sekarung gandum di atas pundaknya [dengan menolak tawaran dari pengawal untuk membawakannya], manakala mendapati ada rakyatnya yang kelaparan, untuk kemudian diantarkannya sendiri bahan makanan itu.

Untuk Bapak tidaklah harus se-ekstrim itu, dalam melayani rakyat ...

TAPI...

Stop cara-cara eksploitatif dengan menggunakan "wong cilik" sebagai obyek untuk memvisualisasikan kesan merakyat dan sederhana dari diri Bapak !

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya :

“Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu (kelak di hari kiamat) akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. Imam (waliyul amri) yang memerintah manusia adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang rakyatnya.” [HR. Bukhâri (893) dan Muslim (4828)]

Saya sebagai bagian dari Warga Negara Indonesia, "mencintaimu" Pak Jokowi.... dan untuk itu saya "mengingatkanmu".

Ttd

(Tara Palasara)

*note: foto "Mudik ke Solo, Presiden Jokowi Bagi Ribuan Sembako Merah Putih"