TRUE STORY: Pasien Mau ke RS Disuruh PUTAR Oleh POLISI, Jalan DITUTUP Car Free Day


[PORTAL-ISLAM.ID]  Sebuah kisah pahit harus dialami oleh seorang dokter ahli saraf bernama Dilla Mariam.

Melalui laman facebooknya, Dilla Mariam Amouzegar, ia berkisah tentang anaknya yang saat itu demam tinggi dan ia berusaha membawanya ke rumah sakit. Namun sayang, di perjalanan, mobilnya dicegat oleh polisi karena ada car free day, sehingga mau tak mau Dilla dan keluarganya harus mengambil jalan memutar.

Dilla bersikeras agar tetap diperbolehkan lewat karena ia khawatir dengan kondisi anaknya. Lagipula dari tempatnya saat ini dengan rumah sakit hanya memakan waktu sekitar 5 menit, sedangkan bila ia ambil jalur memutar akan memakan waktu 30 menit atau mungkin bisa lebih lama karena macet. Ia bahkan sampai menawarkan agar polisi tersebut mengawalnya hingga ke rumah sakit.

Tapi polisi tetap menyuruhnya mengambil jalur alternatif lain.

Berikut statusnya.

Gue mah pernah anak panas 40 mau ke RS Antam disuruh muter oleh polisi karena ada car free day. Padahal udah dijelasin kondisi anak gue gimana, dan kalo perlu bapak yg ngawal ke RS tsb. Tapi tetep tuh disuruh muter ikut bermacet-macetan sama yg laen. 30 menit lebih lama padahal kalo lewat mungkin ga sampe 5 menit juga udah depan gerbang RS. Untung gue dokter, gak terlalu panik krn anak gue udah dihandle sendiri dulu. Coba kalo awam kan pasti panik. 

Heran yah akses termudah menuju RS kok malah diadain car free day dan tanpa excuse samasekali. 

Ooopppss.... yang ga ngebolehin lewat bukan bapak2 bersorban lho.... beda ya ama di pilem ntu mah polisinya yg jadi pahlawan....
😅😅😅😅😅😅😅
Btw ini based on true story yah.... bukan ngayal trus dipilemin trus menang pula.... 😅😅😅



Hal ini jelas berbanding terbalik dengan film pendek besutan Anto Galon yang memenangkan Police Movie Festival IV 2017 beberapa waktu lalu.

Dalam film tersebut, sebuah ambulasn yang mengangkut pasien non muslim sempat dilarang lewat oleh seorang pria berjanggut karena adanya pengajian. Namun akhirnya ia pun mengizinkan ambulans tersebut lewat sesudah seorang polisi menggugah hatinya.

Sungguh ironis. Film tak sesuai dengan kenyataan. Semestinya, true story inilah yang menjadi bahan pembuatan film, bukan kisah fiktif seperti yang terdapat dalam film "Aku Adalah Kau yang Lain".