SURAT KECIL Untuk ANIS MATTA


Surat Kecil untuk Anis Matta

Oleh : Ibnu Sjam

Energinya selalu full tank, analisanya tajam, pilihan bahasanya pas padat berisi, argumentasinya "klik" dengan zaman dan audiens, gayanya semakin "guyub", tampilannya lebih sederhana.

Pembawaannya lebih tenang dalam diskusi dan argumentasi, tetapi di atas panggung orasinya menggelegar dan mencerahkan. Secara personal baru kali ini melihat Anis Matta dari "dekat".

Anis Matta yang sekarang, bukan Anis Matta yang sekjend juga bukan Anis Matta yang presiden PKS, Anis Matta tanpa embel-embel jabatan mentereng di partai. Anis Matta yang sekarang terlihat lebih menikmati kesehariannya.

Pertama kali melihat Anis Matta menangis sesunggukan di samping liang lahat sang sahabat Taufiq Ridlo, mendalam tangisannya, sahabat yang selalu mendampinginya ketika harus menyelamatkan perahu PKS dari badai, bacaan doanya sangat khusyuk ketika mendoakan sang sahabat, kesedihan menyelimuti sekitar.

Anis Matta memang sempat hilang dari "peredaran", tampaknya Anis Matta sedang menikmati posisi dan situasi saat ini, ada banyak kontempelasi dan perenungan mungkin yang sedang Anis Matta jalani, walaupun di kantornya tamu tiada henti-hentinya datang, apakah sekedar silaturahim, diskusi, minta masukan, ataupun sekedar update informasi seputar dunia Islam.

Yang berpandangan negatif mungkin melihat ini sebagai fenomena figuritas atau kultus individu, tetapi Anis Matta tidak pernah mendeklarasikan dirinya sebagai orang yang layak di figurkan dan di kultuskan, dalam setiap taujih atau diskusinya Anis Matta selalu mengingatkan tentang "motif" dimana ikhlas adalah motif utama setiap amal.

Tuduhan atau fitnah yang menimpa Anis Matta bahkan pernah ditanyakan langsung oleh kader kepada Anis Matta, dituduh agen Yahudi-lah, mau buat partai baru-lah, mau kudeta-lah, new-ikhwan-lah, semua tidak membuat Anis Matta marah atau emosi, semua di jawab dengan sederhana, lugas dan dengan cinta.

Menurut Anis Matta tuduhan atau fitnah terhadap seseorang tidak akan memperlambat orang tersebut masuk surga atau pujian terhadap seseorang juga tidak akan mempercepat orang tersebut masuk surga, semua posisi akhir seseorang ditentukan oleh sikap dan amal solehnya bukan pada penilaian orang lain.

Anis Matta sedang menikmati situasinya saat ini, banyak waktu untuk berkontempelasi, merenung, diskusi, dialog dari semua kalangan. Mendengar banyak hal dari situasi lapangan, issue yang berkembang di kader serta dinamika internal di berbagai daerah. Tanpa jabatan struktural yang melekat dalam dirinya Anis Matta lebih "dekat" dengan situasi yang berkembang, lebih banyak mendengar dari para sahabat dan kawan seperjuangan.

Butuh waktu untuk meyakinkan Anis Matta bahwa kader-kader masih membutuhkan dirinya, bukan sebagai sekjend atau presiden partai, tetapi sebagai Anis Matta yang punya narasi besar tentang dakwah, jamaah dan Indonesia. Kader masih butuh kehadiran Anis Matta untuk mempresentasikan visi besarnya tentang dakwah, jamaah dan Indonesia.

Setiap kehadiran Anis Matta di daerah-daerah dinantikan dan dirindukan, taujihnya di tunggu, welfie dengan beliau jadi antrian panjang kader, sekali lagi ini bukan figuritas tetapi ada "sesuatu" yang masih dirindukan oleh kader terhadap Anis Matta. Jadwal undangan taujih Halal bil Halal bulan Syawal ini dari berbagai wilayah sudah antri untuk di approvel oleh Anis Matta. Anis Matta ingin memenuhi semua undangan itu karena memang Anis Matta rindu juga dengan kader-kader di semua wilayah.

Ketika Anis Matta sedang menikmati jalan kesepian ini, ternyata semua berlomba hadir untuk menemani, semua hadir untuk berlomba berkontribusi, semua hadir berlomba untuk amal jama'i, antum tidak sendirian yaa Ustadz...antum tidak akan kesepian yaa Ustadz...maju terus Ustadz..cerahkan fikroh kader dan ummat...semoga Allah SWT meridhoi...Amiin...