PLAK!! PATGULIPAT KPK TAMPAR TELAK TSAMARA AMANY


[PORTAL-ISLAM.ID] Dalam sebuah tayangan di Kompas TV, Rabu, 19 Juli 2017, Tsamara Amany yang belakangan ini sibuk mengomentari berbagai isu demi eksis di pentas politik negeri ini, mengimbau agar Setya Novanto mundur dari posisinya sebagai pemimpin DPR.

"Demi menjaga marwah DPR," demikian tutur Tsamara.

Sayangnya, sikap kritis Tsamara kepada pejabat yang menjadi tersangka ini, tak pernah ditujukan kepada Ahok, yang pada masa itu juga telah menjadi tersangka namun enggan mundur dari kursi Gubernur DKI.

Tsamara, saat itu malah dengan bangga bergabung dengan tim kampanye Ahok dan rela mencatut beberapa nama artis dan tokoh masyarakat dalam kegiatan kampanye Ahok.

Lebih menyedihkannya lagi, sikap kritis Tsamara kepada Setya Novanto tak diiringi sikap kritis yang sama kepada KPK yang "menghilangkan" nama elite PDI P dari daftar penerima dana e-KTP yang pernah diajukan oleh jaksa KPK. LEBIH GILANYA, nama Setya Novanto juga ikut hilang, padahal nama itulah yang dikritisi habis oleh Tsamara.

Agak janggal mendapati fakta bahwa Tsamara tak berani berteriak sama kritisnya kepada KPK. Tsamara pun tak mau lantang mengomentari raibnya nama elite PDI P. Aneh.

Tsamara yang membisu akan sulap dan tipu muslihat kasat mata yang dilakukan KPK membuktikan, Tsamara hanyalah aktivis oportunis yang berteriak untuk kepentingan diri dan kelompoknya saja.

Jika saja Tsamara mau jujur, sulap ala KPK ini, sebenarnya telah menampar wajahnya, yang selama ini melabeli KPK sebagai institusi yang bersih.

Simak video pernyataan Tsamara tentang Setya Novanto: