Penuturan Muslimah Taiwan di RRC: Bukan Hoax, Muslim Uighur Dilarang Ibadah Oleh Pemerintah Komunis China


[Penuturan Ika Aryani di akun fb-nya, 5/7/2017]

Di masjid kenalan dengan seorang muslimah Taiwan. Warga negara Taiwan asli. Melihat wajahnya yang oriental banget, isenglah saya tanya, "are you a convert?" (Apakah kamu seorang mualaf?), dan dari situlah cerita-cerita mengalir.

Iseng saya tanya lagi, "Kamu tau muslim Uighur?" Dan tanpa diduga, Amina, nama gadis ini, menjawab "tau banget!" (muslim etnis Uighur yang berdiam di Provinsi Xinjiang China)

Ternyata Amina, si muslimah Taiwan ini, kuliah di RRC. Dia cerita tentang classmate nya, yang beberapa adalah muslim Uighur.

Wah kebetulan sekali. Maka saya tanyalah, "Apa bener berita-berita yang di media itu, muslim Uighur dilarang puasa?"

Dan Amina pun menjawab panjang lebar..

"Itu betul.. mereka memang dilarang puasa"

"Ohya? Bukan hoax?"

"Gak gak.. itu betul terjadi. Mereka memang betul-betul dilarang beribadah"

Dan berceritalah Amina, tentang classmate nya yang diawasi terus oleh polisi. Negara betul-betul serius melarang mereka shaum. Saking seriusnya, sampai-sampai ada polisi khusus yang ditugaskan ke sekolah-sekolah atw kampus utk mengecek para muslim Uighur ini. Tugas polisi ini adalah memastikan bahwa para siswa Uighur pergi ke kantin, dan makan siang disana. Bahkan sampai diintai pula kamar-kamarnya di waktu Subuh. Bila ada lampu menyala di waktu Sahur, siap-siap mereka didatangi polisi, untuk dilarang melakukan sahur.

Gila!

"Dan bukan shaum aja yang dilarang. Tapi juga semua ibadah lainnya. Sholat dilarang. Bahkan membaca Alquran, hadits, dan buku-buku agama.. semua juga dilarang." Kata Amina sambil memperlihatkan sebuah foto berisi gambar sajadah, alquran, dan beberapa buku-buku Islam.

"Kamu lihat benda-benda ini kan? Ini adalah barang-barang yang disita pemerintah dari para siswa Uighur. Mereka dilarang membaca atw memiliki benda-benda ini. Maka benda-benda tsb disita, dan diberikan ke masjid kami."

"Loh, tapi kok ada masjid?" tanya saya.

"Iya, tapi masjid khusus orang-orang asing. Kami sebagai orang asing diijinkan untuk beribadah. Sholat, puasa, dll. Karena kami warga negara asing. Larangan ibadah berlaku khusus untuk orang Uighur saja".

"Oh gtu ya"

"Tapi ya jangan salah paham. Walaupun pemerintah mengijinkan kami orang asing untuk ibadah, bukan berarti mrk mengijinkan kami untuk ibadah secara terbuka, ibadah kami harus dilakukan secara tertutup, dan tidak boleh diperlihatkan ke publik China."

"Berdakwah juga sesuatu yang terlarang disini. Hatta buat orang asing. Bila kamu orang asing disana, dan ketauan berdakwah, visa kamu bisa dicabut."

Amina lalu menunjukkan foto sholat Id para mahasiswa muslim.

"Ini solat Id kami kemerin. Sebenarnya ini ga boleh sih. Tapi kami lakukan pagi-pagi bgt, dan diam-diam."

Saya lalu bertanya,

"Lho, tapi bukannya di RRC muslim boleh solat ya? Saya pernah liat foto muslim-muslim China lagi sholat jamaah gtu".

"Mungkin orang-orang China yang non Uighur. Kalo orang Uighurnya, biasanya hanya orang-orang tua yang sholat. Mereka yang sempat belajar Islam di waktu kecil. Jarang ada anak muda Uighur yang sholat."

"Sebenarnya di kampung Uighur, orang-orang masih diperbolehkan solat. Tapi tinggal di kampung Uighur itu kehidupannya susah. There is no future in that place. You have to choose. Kalo kamu mau bisa solat, tinggal aja di Uighur. But there is no future. Kalo kamu mau jadi doctor, lawyer, that kind of job.. you have to go out. Tapi kalo kamu belajar keluar, artinya kamu benar-benar harus meninggalkan ibadahmu. Ga boleh solat, puasa dll. Dan ini serius. Solat Jum'at saja misalnya, itu dijaga polisi bersenjata."

"Bersenjata??"

"Iya, serius. Bersenjata. Mereka benar-benar menjaga supaya tidak ada muslim Uighur yang solat. Polisi yang menenteng senjata mengelilingi orang-orang yang solat Jumat. Memastikan tidak ada orang Uighur. Dan kamu percaya ga, polisi-polisi itu juga orang-orang Uighur."

"Lho?"

"Polisi yang melakukan razia terhadap orang Uighur itu.. adalah orang-orang Uighur juga. Sepertinya memang trik pemerintah RRC untuk membenturkan mereka".

"Tapi Kami orang Taiwan, orang Arab, dll.. boleh beribadah. Orang-orang China yang bukan Uighur juga boleh. Tapi khusus orang Uighur.. tidak boleh."

"Oh, jadi orang china yang bukan Uighur boleh solat?"

"Boleh. Tapi jumlahnya paling hanya 1-2. Ada juga suku lain yang banyak muslimnya, mereka masih diperbolehkan ibadah. Khusus suku Uighur, mereka inilah yang dikontrol ketat oleh pemerintah."

"Jadi bagaimana orang-orang Uighur ini belajar ibadah?"

"Tidak ada. They don't know Islam. Teman-teman Uighur saya, ibu-ayah mereka Islam. Tapi mereka sama sekali tak tau apa-apa tentang islam".

----------

Astaghfirullah

Ternyata berita-berita yang pernah kita baca soal larangan puasa di RRC itu betul-betul terjadi.

Semoga Allah beri kekuatan iman pada mereka, dan semoga Allah beri jalan kepada mereka, supaya bisa beribadah dengan bebas. Amiin.

*Sumber: fb