PEMIMPIN Apakah Yang Memerintahkan Hemat Anggaran TAPI Dinas Negara Ke LN Bawa Sekeluarga?


[Kamis 06 Jul 2017]
Jokowi Perintahkan Menteri Hemat Anggaran Rp 16 T

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan instruksi keras soal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2017. Jokowi meminta adanya efisiensi belanja Rp 16 triliun.

Hal ini tertulis dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor: 4 Tahun 2017 tentang Efisiensi Belanja Barang Kementerian/Lembaga Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2017.

"Efisiensi belanja barang meliputi perjalanan dinas dan paket meeting, honorarium tim/kegiatan, belanja operasional perkantoran, belanja jasa, belanja pemeliharaan, belanja barang operasional dan non operasional lainnya," bunyi diktum KEDUA Inpres tersebut.

Link: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3549892/jokowi-perintahkan-menteri-hemat-anggaran-rp-16-t

Dalam Instruksi Presiden tersebut secara jelas menyebut penghematan "PERJALANAN DINAS".

Namun, Presiden Jokowi saat melakukan perjalanan dinas ke Luar Negeri Jerman dan Turki malah membawa serta seluruh keluarga, istri, tiga anaknya, menantu sampai cucu.

DISEBUT APAKAH PEMIMPIN YANG HANYA BISA MEMERINTAHKAN ORANG LAIN UNTUK MELAKUKAN SESUATU, SEDANGKAN IA SENDIRI TAK MELAKUKANNYA?!

Bukankah PEMIMPIN itu diteladani dari PERBUATANNYA?

Bukankah dalam kampanye Pilpres Jokowi dikesankan SEDERHANA MERAKYAT?

Deputi Sekjen Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Apung Widadi menilai merupakan pemborosan anggaran negara.

"Itu pemborosan keuangan negara. Ini bertolak belakang dengan citra Jokowi yang sederhana kemarin. Pencitraan Jokowi tepatnya," kata Apung, Jumat (7/7/2017), seperti dikutip Kompas.

Apung mengatakan, harusnya hanya istri Presiden yang dibawa dalam kunjungan ke luar negeri. Sebab, Ibu Negaralah yang mendampingi berbagai kegiatan Kepala Negara. Adapun keluarga lain, seperti anak, menantu, dan cucu, tidak ikut mendampingi.

"Presiden tidak mampu memberikan teladan kesederhanaan," ucap Apung.

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفۡعَلُونَ (٢) ڪَبُرَ مَقۡتًا عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُواْ مَا لَا تَفۡعَلُونَ (٣

"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan." (QS Ash-Shof: 2-3)

PEMIMPIN akan Allah mintai pertanggungjawaban kelak di akhirat.