Mr. Erdogan dan Para Mantan


"Mr. Erdogan dan Para Mantan"

By: Ust. Nandang Burhanudin

(1) Meninjau sisi positif kepemimpinan Tn. Erdogan, selalu menarik untuk diperhatikan dan dijadikan pelajaran.

(2) Tn. Erdogan jelas jauh dari kesempurnaan. Tapi beberapa tipikal kesempurnaan itu melekst erat di gaya kepemimpinannya.

(3) Di antara hal langka adalah, sikap dan tindakan Tn. Erdogan pada para mantan, bagaimana beliau memosisikan dan memberi penghormatan.

(4) Bagaimana Tn. Erdogan memperlakukan mantan Presiden Abdullah Gul, mantan PM Prof. Ahmet Davet Oglu, hingga mantan anak buah level terendah? 'Ajiib, menakjubkan.

(5) Nama-nama para mangan selalu disebutkan di setiap kesempatan. Bagi Tn. Erdogan, para mantan adalah elemen penting kemajuan AKP dan jamaahnya.

(6) Selain disebutkan, Tn. Erdogan selalu mengkhususkan waktu untuk berjumpa dan mengajak hadir mereka di setiap acara, baik formal maupun informal.

(7) Acara pernikahan, mantu, peresmian proyek, halal bihalal, jamuan makan, pengajian, sunatan cucu, hingga menghadiri bela sungkawa para orang tua sang mantan.

(8) Hal menarik lainnya, Tn. Erdogan tidak pernah baper apalagi menyerang kekurangan para mantan. Mengakui anugerah kelebihan, bagian dari akhlak luhur kepemimpinan.

(9) Sebab itu, kita saksikan hampir tak ada gesekan apalagi perang cuitan di medsos. Apalagi menebar mata-mata untuk mengamati langkah gerak dan memperlakukan mantan seperti pesakitan.

(10) Tn. Erdogan dengan visi besar, selalu menghargai narasi Profesor Davet Oglu, spirit ruhiyah Abdullah Gul, juga otak besarnya Ben Yedrim dan semangat para kadernya.

(11) Keutuhan kader AKP jelas nomor 1, demi menyongsong Turki 2023 dan 2030. Tn. Erdogan sukses menutup celah kisruh di tubuh AKP, tanpa harus menebar propaganda tsiqoh dan taat.

(12) Wajar bila para pemimpin dunia Islam, yang lahir dari gerakan Islam berguru kepada Tn. Erdogan. Mengapa beliau sukses mengelola negara dan mensejahterakan rakyat?

(13) Semua diawali dari keterbukaan, evaluasi, pengorbanan ego, membuka komunikasi, menutup prasangka, menjalin silaturahmi, merasakan apa yang dirasakan orang lain.

(14) Hal mudah dan murah. Tapi nampak sulit dilakukan, oleh pemimpin yang sibuk menebar pencitraan. Tapi minus kemampuan dan sibuk menganggap para mantan sebagai ancaman.

Bandung, 18 Juli 2017

Sumber: http://nandang.me/2017/07/tn-erdogan-dan-para-mantan/