MANTAP!! Segera Respon GEGER Simbol PKI, TNI Ungkap: Ada 36 Penggaris Palu Arit di Fun City Mal Sampit


[PORTAL-ISLAM.ID]  Linimasa jejaring sosial beberapa hari ini digegerkan temuan penggaris anak-anak bergambar palu arit dan HP dengan wallpaper palu arit.

Dikabarkan sebelumnya, penggaris sablon anak-anak yang salah satu gambarnya menyerupai logo PKI dan bendera China, palu arit, ditemukan anggota Kodim 1015/Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

Penggaris tersebut merupakan souvenir di arena permainan anak-anak di Mal Sampit, Kalimantan.

"Souvenir tersebut berbentuk penggaris anak-anak yang mana di penggaris tersebut terdapat logo/gambar palu arit," ujar Komandan Kodim 1014/Pangkalan Bun Letkol Inf Wisnu Kurniawan, Rabu 19 Juli 2017.

Informasi tersebut akhirnya ditelusuri oleh anggota Unit Intel Kodim 1014/Pbn dan atas petunjuk Pasi Intel Kodim 1014/Pbn telah dilaksanakan penyelidikan serta pengecekan ke arena permainan anak-anak yang berada di sejumlah mall di wilayah Pangkalan Bun.

"Arena permainan anak-anak di mal Pangkalan Bun, Jalan Iskandar, Desa Pasir Panjang; dan arena permainan anak-anak di swalayan Jalan Pangeran Diponegoro, nihil tidak ditemukan," jelasnya.

(Baca: GEGER! Anggota TNI Temukan Penggaris Anak-Anak Bergambar Palu Arit di Kalimantan)

Menanggapi keresahan masyarakat, pihak TNI merespon cepat dan menegaskan, kasus penggaris dengan palu arit ini sudah dalam pantauan TNI.

Respon cepat TNI juga dibuktikan Dandim 1015/Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng Letkol Inf Putra Yasa.Ia menyebutkan pihak pengelola arena permainan anak Fun Station City Mal Sampit akhirnya mengaku ada 36 penggaris sablon yang memiliki palu arit.

Terdapat 15 penggaris sudah telanjur ditukarkan oleh warga, sisanya kemudian diamankan, lalu dimusnahkan dan hanya disisakan satu untuk barang bukti.

"Kami masih menelusuri penyuplainya siapa dan dari mana barangnya. Ini masih dalam penyelidikan kami," tegas Putra Yasa, Rabu, 19 Juli 2017.

Putra Yasa meminta masyarakat turut memerhatikan masalah ini. Jika mengetahui ada benda atau aktivitas kelompok terlarang, masyarakat diharapkan segera melapor kepada aparat penegak hukum agar dapat segera diselidiki.

Sebelumnya, publik digegerkan oleh adanya wallpaper pada ponsel merk Vittel yang bergambar bendera China, negara asal pabrikan ponsel tersebut.

Ponsel berbentuk flip (lipat) ini bercasing Angry Bird, sehingga diduga dipasarkan khusus untuk anak-anak.

Sejumlah gerai ponsel di berbagai tempat pun ditelusuri.

Lina, seorang penjual ponsel di ITC Cempaka Mas Jakarta mengatakan bahwa sebagai penjual, dirinya justru mengetahui adanya wallpaper bergambar palu arit pada ponsel Vittel setelah membaca cuitan di twitter.

"Ya kita ga taulah. Kan barang bersegel. Nggak kita utak atik," tuturnya, Selasa 18 Juli 2017.

Lina menegaskan, untuk mencegah hal yang tak diinginkan, ia mengimbau para penjual yang masih memiliki stok ponsel tersebut berinisiatif mengembalikan ponsel tersebut ke distributor.

"Sistemnya titip jual, jadi bisa dikembalikan kalau ada rusak atau cacat produk," urainya lagi.

Maraknya penjualan produk buatan China yang menyertakan simbol palu arit memang membuat berbagai kalangan cemas. Untungnya pihak TNI cukup responsif dalam menanggapi keresahan masyarakat ini.