Jokowi Kunjungi Makam Mustafa Kemal Ataturk, Bapak Sekuler Turki Yang Berakhir Tragis


[PORTAL-ISLAM.ID] Di sela-sela kunjungan kenegaraan ke Turki, Kamis (6/7/2017) pekan lalu, Presiden RI Joko Widodo menyempatkan untuk meletakkan karangan bunga di makam Mustafa Kemal Ataturk sebagai penghormatan.


SIAPAKAH Mustafa Kemal Ataturk?

Dia adalah Bapak Sekuleris Turki karena menghapus Kekhalifahan Turki Utsmani.

Adalah Musthafa Kemal, pada tanggal 3 Maret 1924 melalui sidang Dewan Perwakilan Nasional, memecat Khalifah, membubarkan sistem Khilafah, dan menghapus sistem pemerintahan Islam yang telah berjalan ribuan tahun tersebut dari Khilafah Ustmaniyyah diganti dengan Negara Turki Sekuler.

Nama lengkapnya Ghazi Mustafa Kemal Pasha (lahir di Selanik,Yunani 12 Maret 1881, dan meninggal di Istanbul 10 November 1938). Yunani waktu itu masih di bawah kekusaan Turki Utsmani.

Ia adalah seorang perwira militer yang memimpin revolusi Turki dan kemudian menjadi presiden pertama Republik Turki.

Dialah yang pertama kali mengubah Turki Utsmani menjadi sebuah negara sekuler. Majelis Agung Turki waktu itu memberikan gelar di belakang namanya dengan “Attaturk”, yang berarti “Bapak Bangsa Turki”, pada 24 November 1934.

Penguasa Turki tahun 1923-1938 ini dikenal sangat anti dengan yang berbau Islam dan 'kearab-araban'. (Padahal namanya sendiri berbahasa arab).

Pakaian 'arab' dilarang, adzan dengan bahasa arab dilarang, tulisan nama-nama masjid dengan bahasa arab dilarang.

Bahkan saking bencinya dengan tulisan arab, Qur'an pun tidak boleh diedarkan jika masih memakai tulisan arab.

Matanya memerah, marah jika melihat TULISAN ARAB.

Puluhan ulama ia buru dan gantung karena menentang idenya yang ingin menghapus pengaruh arab dalam masyarakat.

TAPI TAHUKAH ANDA, BAGAIMANA AKHIR TRAGIS KEMATIAN ATTATURK?

Tahukah anda, bagaimana siksaan Allah pada akhir masanya?

Kezoliman dan pengkhianatan Kamal Ataturk hancurkan umat Islam di Turki sangat begitu kejam. Sekiranya Kamal Ataturk ini lahir di zaman adanya rasul pada saat ketika wahyu masih ada, tentunya bisa jadi namanya akan diabadikan seperti Firaun, Namrud dan Abu Lahab.

Cara kematian yang Allah telah datangkan kepada mereka yang zalim itu teramat tragis sekali. Kematian merekapun teramat unik. Contohnya Namrud, mati karena sakit kepala akibat dimasuki oleh seekor nyamuk melalui telinganya. Setiap kali ia menjerit, doktor pribadinya memerintahkan dipukul kepalanya untuk mengurangi kesakitannya. Setelah lama bergelut dengan sakaratul maut, akhirnya Namrud mati dalam keadaan tersiksa dan terhina. Begitu juga dengan Firaun yang mati lemas di dalam laut.

Jadi, tidaklah heran kalau Kamal Ataturk juga menerima pembalasan yang setimpal dengan pembalasan yang diterima oleh Namrud dan Firaun.

Menurut sejarah dalam buku-buku biografinya, yang ditulis  oleh para pendukungnya, kematian Kemal dikarenakan akibat over dosis minuman keras. Ditambah lagi dengan berbagai penyakit seperti penyakit kelamin, malaria, sakit ginjal dan lever.

Kemal meninggal dunia pada 10 November 1938. Kulit di tubuh badannya rusak dengan cepat dan díganggu pula oleh penyakit gatal-gatal. Doktor-doktor sudah memberi bermacam-macam salep untuk diusap pada kakinya yang sudah banyak luka-luka karena tergaruk oleh kukunya.

Di akhir-akhir hayatnya yaitu ketika menderita sakratulmaut, anehnya beliau takut sekali berada di istananya dan tubuhnya merasa panas maka ia ingin dibawa ke tengah laut dengan kapalnya. Bila penyakitnya bertambah krisis, beliau tidak dapat menahan diri daripada menjerit. Jeritan itu semakin kuat hingga kedengaran di sekeliling istana.

Pada 29 September 1938 Kamal Ataturk mengalami koma selama 48 jam. Pada 9 November, mengalami koma kali kedua. Dan sewaktu itulah air dalam perutnya disedot keluar. Kemal kemudiannya tidak sadarkan diri selama 36 jam dan akhirnya  meninggal dunia.

Cara kematiannya begitu menghinakan sekali. Begitu pula setelah kematiannya. Mayatnya TIDAK dimandikan, tidak dikafankan, tidak disholatkan dan tidak dikebumikan dengan segera seperti yang dituntut oleh ajaran Islam. Tetapi sebaliknya, mayatnya diawetkan dan diletakkan di ruang takhta di Istana Dolmabahce selama 9 hari 9 malam.

Setelah 9 hari, barulah mayatnya disembahyangkan, itupun setelah didesak oleh seorang adik perempuannya. Kemudian mayatnya telah dipindahkan ke Ankara dan dipertontonkan di hadapan Grand National Assembly Building. Pada 21 November, dipindahkan pula ke sebuah tempat sementara di Museum Etnografi di Ankara yang berdekatan gedung parlemen.

Setelah 15 tahun mayatnya hendak ditanam kembali pada tahun 1953, tetapi bumi sekali lagi tak menerimanya.

Habis ikhtiar, mayatnya dibawa pula ke satu bukit di Ankara ditanam dalam satu bangunan marmer beratnya 44 ton. Mayatnya ditanam di celah-celah batu marmer yang dikenal saat ini sebagai Anitkabir Mausoleum of Mustafa Kemal Atatürk.

Ulama-ulama saat itu mengatakan bahwa bukan hanya bumi Turki, seluruh bumi Allah ini tidak akan menerima Kamal Atatürk.

Begitulah cara Allah memberikan azab untuk para penentangNya di dunia ini…Semoga para penzalim (yang masih diberikan kehidupan oleh Allah SWT) terhadap umat Islam dapat segera bertaubat dan berubah menjadi pendukung dan pembela Islam.

لَقَدۡ كَانَ فِى قَصَصِہِمۡ عِبۡرَةٌ۬ لِّأُوْلِى ٱلۡأَلۡبَـٰبِ‌ۗ

"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal." (QS Yusuf: 111)