Hidayat Nur Wahid Masuk Bursa Cagub Jateng dari PKS


[PORTAL-ISLAM.ID] JATENG - Pemilihan Internal Raya (Pemira) PKS Jawa Tengah menghadirkan beberapa tokoh penting bagi PKS untuk dimajukan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah pada pemilihan kepala daerah 2018 mendatang. Salah satunya adalah tokoh asal Jateng yang telah malah melintang di kancah nasional.

Tokoh yang satu ini merupakan salah satu tokoh penting bagi Partai Keadilan Sejahtera. Siapa yang tak kenal dengan Hidayat Nur Wahid? Presiden kedua PKS, dan pernah memimpin MPR RI selama satu periode 2004 - 2009.

Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, M.A. (lahir di Kebon Dalem Kidul, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, 8 April 1960) adalah seorang dosen, politikus dan legislator Indonesia. Ia merupakan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ke-11, menjabat dari Oktober 2004 hingga Oktober 2009, dan duduk di Dewan Perwakilan Rakyat dari tahun 2004 hingga kini.

Lahir dari lingkungan keluarga Muslim taat di Jawa Tengah, ia belajar di Pondok Modern Darussalam Gontor dan kuliah di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta sebelum menempuh studi magister dan doktor di Universitas Islam Madinah.

Karier politiknya dimulai setelah ikut mendeklarasikan berdirinya Partai Keadilan (PK) pada tanggal 20 Juli 1998. Kemudian, ia menjadi ketua partai tersebut sejak bulan Mei 2000, dan ikut berperan dalam mentransformasikan PK menjadi PKS pada bulan Juli 2003.

Pria asal Klaten itu kini menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI periode 2014 - 2019. Sang deklarator PK / PKS ini memulai karir di DPR RI sebagai wakil rakyat dari dapil Jateng 5 (Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten).

Setelah sempat mencalonkan diri dan bertarung dalam laga panas memperebutkan puncak pemimpin di ibukota Jakarta pada 2012, HNW terpilih kembali sebagai anggota DPR RI dari dapil Jakarta II.

Hidayat mendapat penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana, tanda kehormatan tertinggi setelah Bintang Republik Indoneisa dari Presiden SBY di Istana Negara, Jakarta pada 15 Agustus 2009 dalam rangka peringatan proklamasi kemerdekaan tahun 2009.

Sumber: PKS Jateng