FAHRI HAMZAH DAN KONSISTENSI PKS


"FAHRI HAMZAH DAN KONSISTENSI PKS"

Pagi ini (21/7/2017) sosial media ramai dengan "kritik" terhadap Fahri Hamzah karena duduk di samping Setya Novanto di kursi pimpinan sidang paripurna setelah 3 pimpinan lainnya walk out ikut fraksinya

Kritik terhadap Fahri Hamzah ramai di grup-grup WA struktur dan kader-kader PKS bahkan di grup-grup official PKS, opini yang dibangun adalah "kekalahan kubu PT 0% gara-gara Fahri Hamzah". Massifnya opini yang menyudutkan Fahri Hamzah sepertinya ada mobilisasi khusus...padahal hari ini ada event yang lebih penting daripada ngurusin Fahri Hamzah; yaitu Aksi Solidarita Palestina.

Peristiwa semalam sebenarnya peristiwa yang biasa saja dalam demokrasi Indonesia, gagal lobby dan kalah atau menang itu hal biasa, tidak perlu di kapitalisasi untuk cari muka di depan rakyat, biasa aja kalee...

Fahri Hamzah WO atau tidak yang jelas tidak merubah keputusan apapun, Fraksi yang mendukung PT 20% sudah jelas mayoritas, dan akan menang kalau voting...kenapa jadi Fahri Hamzah yang disalahin???

Bahkan kalau mau lihat sejarahnya qiyadah PKS tentang RUU Pemilu justru qiyadah DPP yang terombang ambing sikapnya...sejak awal PKS mengusulkan Sistem Tertutup, bahkan tim ahli PKS sampe buat 15 alasan kenapa Pemilu harus tertutup...tapi akhirnya pupus dengan argumentasi tim Fraksi PKS yang di pimpin Jazuli...

Apalagi kalau urusan Presiden Threshold, justru PKS yang getol tetap ada, misalnya di bulan Januari Presiden PKS berpendapat PT harus tetap ada...

Presiden PKS: Logisnya Pilpres Pakai Presidential Threshold
http://news.metrotvnews.com/politik/akWwgJ4k-presiden-pks-logisnya-pilpres-pakai-presidential-threshold

Bahkan di awal bulan Mei 2017, HNW selaku Wakil Ketua Majelis Syuro juga mengusulkan tetap ada Presiden Threshold 20%...

PKS Dukung Angka "Presidential Threshold" Tetap 20-25 Persen
http://nasional.kompas.com/read/2017/05/09/08082891/pks.dukung.angka.presidential.threshold.tetap.20-25.persen

Bahkan Ketua Fraksi PKS sendiri mengusulkan Presiden Threshold 20-25%

“Fraksi PKS mengusulkan PT tetap, yaitu 3,5 persen. Parpol di DPR yang saat ini berjumlah 10 fraksi dirasa cukup ideal dalam konteks perpolitikan dan latar belakanga aspirasi rakyat Indonesia yang majemuk. Jika pun naik, semestinya bertahap sebesar 4 hingga 4,5 persen. Sementara itu untuk Pilpres, Presidential Threshold sebesar 20 atau 25 persen, dalam rangka penyederhanaan parpol dan penguatan sistem presidensial,” jelas Ketua F-PKS Jazuli Juwaini.

Link: http://pks.id/content/fpks-berharap-pemilu-2019-lebih-berkualitas-dan-demokratis

Justru yang menarik adalah konsistensi seorang Fahri Hamzah yang menghendaki President Threshold 0%...

[8 Mei 2017]
Presidential Threshold 0%, Fahri Hamzah: Itu Positif!
http://news.okezone.com/read/2017/05/08/337/1686151/presidential-threshold-0-fahri-hamzah-itu-positif

Walau tetap ikut sidang paripurna (karena berposisi sebagai pimpinan sidang yang mengharuskan minimal ada 2 pimpinan DPR) Fahri tetap konsisten dengan sikapnya PT 0%.

Jadi kalo dilihat rekam jejak tentang RUU Pemilu terlihat siapa yang konsisten dari awal...kenapa tiba-tiba pada nyalahin Fahri Hamzah...??

Terlepas dari gagalnya PT 0%, kehadiran Fahri Hamzah justru menunjukkan dia sebagai negarawan sejati, karena Fahri Hamzah lebih melihat proses demokrasi ke depan...

Coba deh kalo semalem dead-lock dan gagal ambil keputusan tentang RUU Pemilu apa efeknya terhadap demokrasi kita...? Efeknya proses persiapan pemilu akan terhambat, padahal jadwal pengesahan sudah terlambat, KPU sebagai penyelenggara pemilu kesulitan mempersiapkan Pemilu karena tidak ada kepastian hukum...

Keputusan semalam memberikan kepastian hukum, yang menolak hasil semalam langsung bisa mendaftarkan Judicial Review ke MK jadi jelas prosesnya seperti yang akan dilakukan oleh Prof. Yusril...

Dalam keterangannya Fahri Hamzah juga menunjukkan kenegarawannannya dan pemahamannya terhadap demokrasi, 500-an pasal sudah aklamasi cuma tersisa 2 pasal terkait PT, artinya pembahasan yang lama di pansus hingga 500-an pasal tidak sia-sia hanya gara-gara dua pasal yang dead-lock...

Walk Out adalah hak demokrasi tetapi apa yang dilakukan oleh Fahri Hamzah yang konsisten memilih PT 0% tetapi tetap di kursi pimpinan adalah pilihan seorang negarawan. Fahri Hamzah setia pada Setya Novanto? Tidak! Fahri Hamzah setia pada demokrasi, pada etika berdemokrasi...

Akhirnya patut diacungkan 4 jempol kepada PKS karena walk out semalam adalah walk out berkelas, walk out untuk kepentingan rakyat...bukan walk out kekanak-kanakan gak mau ikut sidang paripurna kalau dipimpin Fahri Hamzah.

[VIDEO - Fahri Hamzah saat sidang Paripurna]