BUKAN DI LUAR NEGERI! USKUP Ruteng Diminta MUNDUR Setelah TERBELIT SKANDAL


[PORTAL-ISLAM.ID]  Situasi penuh masalah tengah melilit Keuskupan Ruteng hari-hari ini. Kondisi ini membuat puluhan tokoh awam Keuskupan Ruteng mengeluarkan mosi tidak percaya atas Mgr. Hubert Leteng. Uskup Ruteng ini, dinilai gagal memimpin Gereja Katolik di tiga kabupaten yakni Manggarai, Manggarai Timur dan Kabupaten Manggarai Barat.

Dalam naskah gerakan mosi tidak percaya yang salinanya diterima redaksi floressmart.com, Sabtu 1 Juli 2017, disebutkan bahwa  situasi yang menggelisahkan semua pihak ini muncul setelah uskup Ruteng Mgr. Hubertus Leteng menjalin relasi tidak wajar dengan seorang dokter.

Selain terlibat “skandal” dengan dokter yang disebut-sebut tinggal di Bali, uskup Hubert Leteng juga dituduh menggunakan uang keuskupan untuk kepentingan pribadi sebesar  Rp. 1,4 milyar rupiah. Para tokoh awam itu pun menyerukan agar Mgr. Hubertus Leteng mengundurkan diri dari jabatan uskup Ruteng.

Berikut isi lengkap gerakan mosi tidak percaya yang diteken 30 tokoh awam Keuskupan Ruteng.

GERAKAN AWAM KEUSKUPAN RUTENG UNTUK MOSI TIDAK PERCAYA 
TERHADAP USKUP RUTENG MGR. HUBERTUS LETENG

I. DASAR

1. Situasi penuh masalah keuskupan Ruteng yang meliliti kehidupan menggereja umat Katolik sangat menggelisahkan semua pihak. Permasalahan muncul setelah uskup Ruteng Mgr. Hubertus Leteng menjalin relasi tidak wajar serentak melanggar kesucian imamat dengan seorang perempuan yang bernama dr. Sayang, penggunaan uang keuskupan untuk kepentingan pribadi, pelayanan yang berciri simonia, pelecehan terhadap sakramen dan tidak setia terhadap sinode yang merupakan TUGAS UTAMA seorang uskup sebagai pemimpin gereja lokal.

2. Kenyataan ini diperparah oleh sikap uskup Huber yang tidak menghentikan relasi itu, terus mengeruk uang keuskupan baik yang tersimpan di Commond Fund KWI (Rp. 1,25M) maupun di Ekonom Keuskupan Ruteng (Rp.425Juta) dan menyangkal hal itu dengan menyampaikan fakta sebaliknya kepada umat dan kaum religious.

3. Permintaan para Imam untuk mengklarifikasi, menghentikan segala perbuatan jahat itu, usaha untuk mengurus masalah ini sampai ke Vatikan belum berhasil, menyebabkan para imam meletakkan jabatan mereka. Selain itu, desakan agar uskup Huber mundur dari jabatan uskupnya tidak diindahkan olehnya.

II. GERAKAN UNTUK MOSI TIDAK PERCAYA

4. Kami, Awam Keuskupan Ruteng, yang terdiri dari tokoh-tokoh awam Keuskupan Ruteng sangat mencintai Gereja Katolik, Gereja Kristus Yang Satu, Kudus dan Apostolik.

5. Kami, terdorong oleh rasa cinta akan Gereja Kristus, tidak ingin masalah ini terus berlarut dan mengarah kepada masalah yang lebih besar yakni keruntuhan kepercayaan akan Gereja Katolik oleh umat di seluruh keuskupan ini, maupun keuskupan lain di seluruh dunia.

6. Kami, Awam Keuskupan Ruteng, setelah mencermati fakta-fakta yang ada, mendengar pengakuan saksi-saksi, ingin melakukan gerakan massal di seluruh keuskupan, melalui paroki-paroki untuk menyampaikan fakta-fakta yang sesungguhnya terhadap peristiwa ini, agar menjadi pengetahuan bersama dan dari kesadaran akan cinta gereja seluruh umat melakukan gerakan bersama membebaskan Gereja Keuskupan Ruteng dari masalah memalukan ini.

7. Kami, Awam Keuskupan Ruteng, akan melakukan gerakan yang perlu agar keuskupan ini menjadi sebuah gereja yang benar di mana kasih Kristus dan kebenaranNya menjadi nyata dialami dan dihayati oleh setiap umat beriman.

III. TUNTUTAN

8. Uskup adalah gembala, wakil Kristus, tokoh spiritual, panutan nilai injili bagi umat Kristiani. Ketika nyata bahwa sikap dan perilaku uskup Ruteng sudah melanggar hakikat jati diri sebagai uskup maka kami menyerukan agar Mgr. Hubertus Leteng mengundurkan diri dari jabatan uskup Ruteng (Christus Dominus, 21).

9. Uskup sebagai gembala diangkat oleh Tahta Suci Vatikan sebagai orang terpilih yang dipercayai menggembalakan Gereja Lokal Keuskupan Ruteng untuk mengajar (Christus Dominus, 12), menguduskan (Christus Dominus, 15), menggembala (Christus Dominus, 16) dan karena uskup Huber sudah tidak menjalankan tugas-tugas itu, maka kami mendesak Tahta Suci untuk MENARIK uskup Huber dari jabatan sebagai uskup Ruteng.

10. Selama masa persoalan ini belum selesai, kami menuntut agar Mgr. Hubertus Leteng tidak boleh mengambil keputusan yang penting, selain pengunduran diri, juga pelayanan sacramental dalam wilayah keuskupan Ruteng dalam jabatan sebagai imam dan uskup.

VI. PENUTUP

11. Oleh karena tugas uskup adalah menggantikan para rasul dan menjadi wakil Kristus di dunia (Christus Dominus, 2), yang adalah suci, penuh cinta dalam memimpin, menggembala, menjadi pewarta iman, penuntun kebenaran dan keadilan, maka kami, Awam Katolik Gereja Keuskupan Ruteng, menyatakan mosi tidak percaya kepada uskup Hubertus Leteng, dan mendesak agar Vatikan melakukan tindakan penyelamatan Gereja Keuskupan Ruteng melalui penarikan Mgr. Hubertus Leteng sebagai uskup Ruteng.

12. Kami tetap menjamin persatuan klerus-awam, kaum religious seluruh umat Keuskupan Ruteng sehingga Gereja ini bertumbuh dan berkembang kembali dari kejatuhannya menjadi gereja yang subur, bernas-melimpah. 

Ruteng, 30 Juni 2017

Atas nama Tokoh Awam Keuskupan Ruteng

Penanggungjawab:

1. Herman Djegaut
2. dr. Pius Kandar
3. Ones Jaman, BA
4. Paul Bero SH.M.Si
5. Drs. Petrus Tagus
6. Yohanes Hadi

Pelaksana:

7. Ketua Umum: Drs. Misel Kulas
8. Ketua 1: Egi Teren
9. Ketua 2: Drs. Nobert Nagung
10. Sekretaris/Juru Bicara: K. T. Deki, M.Th
11. Wakil Sekretaris 1: Drs. Roni Marut
12. Wakil Sekretaris 2: Drs. Kosmas Takung
13. Bendahara 1: Fransiskus Adisetiawan
14. Bendahara 2: Inosensius Peni
15. Bendahara 3: Petrus Ngita

Anggota:

16. Eduardus Mon
17. Pius Piamat
18. Kayetanus Mbot
19. Nikolaus Jehamu
20. Nikolaus Sama
21. Robertus Larung
22. Siprianus Palus
23. Antonius B. Djani
24. Valens Jabur
25. Sil Nangkur
26. Andreas Gandi
27. Yohanes Marot
28. Y.P. Fernandes
29. Petrus Yoce Nono
30. Robertus Parung

Sumber: http://www.floressmart.com/2017/07/01/dituduh-terlibat-skandal-uskup-ruteng-didesak-mundur/