Anis Matta Dituduh Agen Yahudi


By: Ust. Nandang Burhanudin

(1) Kaget juga saat diperdengarkan rekaman telpon, menuduh AM adalah agen Yahudi dan intel Israel.

(2) Selain fitnah, jelas mengada-ada. Ditinjau dari bibit-bobot-babat, si penuduh tak akan bisa membuktikan apapun.

(3) Saya intensif mengenal AM berkat dukungan Ust. Deka Kurniawan, sosok tawadhu yang mantan wartawan Hidayatullah.

(4) 2006 sedari Shubuh sudah hadir di depan gerbang rumah AM di bilangan Utan Kayu. Suguhan lezat selalu hadir. Nutrisi jiwa yang susah didapat.

(5) Sempat beberapa kali diajak naik mobil ke Senayan. "Antum harus mandiri secara ekonomi. Jangan cari hidup dari partai atau jamaah."

(6) "Partai, jamaah, organisasi tidak akan selamanya menyukai antum. Bangun potensi diri. Lejitkan! Rajinlah berafirmasi!"

(7) Nasihat yang selalu terngiang. Cara merekonstruksi bacaan, itu yang membuat saya menjadikan AM sebagai rujukan (qudwah).

(8) Tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama, kendati secara level pendidikan misalnya sudah mencapai strata doktoral atau post doktoral.

(9) Orang-orang seperti AM sangat jarang. Wajar bila kehadirannya ditunggu. Ia datang memberi ilmu. Pergi menyimpan rindu. Pilihan diksi sangat bermutu.

(10) Jangan disalahkan bila orang seperti saya "berusaha keras" untuk hadir menimba ilmu. Tak perlu dituduh kultus individu atau dikaitkan dengan anu (wala wal bara).

(11) Anggap saja seperti hobi alias maniak. Toch banyak juga artis kesohor yang tetap jujur mengakui kehebatan Bang Haji Rhoma, Iwan Fals, Doel Sumbang, Ebiet G.Ade.

(12) Ada juga yang gila bola, maniak moto GP, hobi mancing, penggila mobil tua. Semua tak dilarang. Lalu mengapa berguru kepada AM dilarang?

(13) AM bahaya? Jawab dengan jujur. Jangan ada dusta di antara kita? Apakah AM mengajarkan makar? Ooh tidaak! Membakar lemak di otak sich iya.

(14) Lemak yang membikin diri arogan dan berselancar dalam kesewenangan, itu yang harus dituduh makar. AM menyerang? Tidak juga.

(15) "Saya punya amunisi berdaya ledak tinggi, high explosive. Tapi tidak saya tembakkan. Sebab saya cinta antum dan jamaah ini." Ujarnya terbata-bata.

(16) Tentu tak semua apa yang AM katakan saya amini. Terbukti saya pernah mengkritisi orasi AM soal turbulensi pesawat jamaah ini dalam tulisan cukup panjang.

(17) AM pernah jujur mengakui keterbatasannya. Maka ia tidak akan pernah membelot atau menjadi lokomotif yang membawa gerbong ke luar rel.

(18) AM hanya ingin mengajak semuanya, menemukan cinta keabadian dan keabadian cinta Ilahi. Tentu dengan caranya yang mungkin bagi sebagian masih dianggap tabu atau berada di ruang hampa.

(19) Bagi saya, AM sudah menemukan cita rasa dan cinta asa. Maka semua sudah dianggap drama, masrohiyyah. Mungkin bagi yang lain, dianggap wah. Ada juga yang menganggap wabah.

(20) Itulah cinta. Ia susah untuk direkayasa. Cinta hilangkan rasa takut. Memperluas imajinasi. Sebab cerita cinta tidak akan berakhir. Harapan lebih luas. Mereka yang minus cinta, akan hangus dan salah urus.