TANGGAPI Pertemuan GNPF MUI, Jubir Partai Demokrat: NEGARA MENGAKU KALAH?


[PORTAL-ISLAM.ID] Pertemuan Tim 7 Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) dengan Presiden Jokowi mendapat sambutan positif dari warganet. Apalagi disebut-sebut pertemuan itu untuk memuluskan rekonsiliasi. Warganet bahkan melakukan sindiran terhadap pihak-pihak yang dinilai mencoba mendiskreditkan pertemuan tersebut.

“Kenapa pake “Hmm” min…? 50 Buzzer medsos bisa diundang ke Istana; #GNPFMUI mewakili 7juta+ umat #Aksi212 tidak bisa??” kicau @ZAEffendy melalui akun Twiternya, menanggapi berita jppn “Hmm…GNPF MUI Secara Khusus Minta Bertemu Jokowi di Istana”
Ada pula akun Twitter @Bg_Marone yang menanggapi postingan akun Twitter @BBCIndonesia yang menuliskan status “Mengapa Presiden Joko Widodo menerima para tokoh GNPF MUI yang selama ini tidak bersahabat dengannya?”

“Gerah ya min @BBCIndonesia Pak @jokowi bersilaturahim dg tokoh GNPF MUI? Lebaran nih min, saatnya saling bermaafan. Jangan adu domba melulu! “ tulis  @Bg_Marone
Sebaliknya, ada pula warganet yang menilai ada pihak-pihak yang selama ini menghalangi pertemua GNPF MUI dengan Presiden Jokowi.Seperti yang diungkap oleh Effendi‏ di akun Twitter @eae18

“Kenapa Presiden @jokowi sampai mengulangi pernyataan tersebut sampai tiga kali? Itu berarti ada sekat yang menghalangi dialog degan GNPF MUI”
“Mata rantai yang memutus dialog GNPF MUI dan Presiden @jokowi itu, diduga sosok seperti LBP dan kelompok Kristiani di Istana.”
Sebaliknya Wasekjed DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik, melalui mempertanyakan maksud penerimaan Presiden Jokowi ini.

“Mau dinamai apa: K.H. Maruf Amin kini UKP Pancasila dan tokoh GNPF MUI yang dulu dituduh makar diterima di istana? Negara mengaku salah?” tulisnya via akun Twitter‏ @ranabaja.