PELAJARAN DARI AFI, Jangan Ragukan Kekuasaan Sang Pemilik Al-Quran


Menurutku Afi itu kuwalat. Di saat ummat Islam mati2an membela Al-Qur'an yg dinistakan, dia malah nulis bhw Al-Quran bukanlah satu²nya sumber kebenaran. Sekarang langsung ditegur sama Sang Pemilik Al-Quran

Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari fenomena Afi ini. Kita jadi paham bgmn cara kerja media mengorbitkan seseorang. Undang dia terus-menerus di tv dan kampus. Buat efek WOW sehingga banyak orang yang terpesona. Meski kualitas ecek-ecek tapi diberitakan dengan bombastis maka orang tsb pasti langsung jadi idola di seantero negri.

Efek pencitraan yang dahsyat ini terbukti bisa memukau banyak orang. Bisa mencuci otak orang-orang yang manut apa kata media mainstream. Tak memandang umur, entah muda atau tua, semuanya terpesona dengan idola baru itu.

Pelajaran lainnya yaitu bhw Alloh Maha Kuasa di atas segalanya. Meski semua media mainstream menyanjung, meski didukung Menag bahkan Presiden, tapi jika Alloh berkehendak membuka kebusukannya, maka terbukalah aibnya di seantero negri.

Kadang manusia lupa bahwa di atas langit masih ada langit. Bahwa Alloh-lah penentu segala sesuatu. Meski seluruh manusia berusaha menjadikannya idola, tapi jika Alloh tak berkehendak, maka pasti gagal rencana tsb.

Pelajaran selanjutnya adalah jangan sekali-kali menghina Al-Quran karena Sang Pemilik Al-Quran pasti akan menjaga kesucian Al-Quran denga caraNya sendiri.

Jangan ragukan kekuasaanNya..

(Widi Astuti)

***

"Ku balas sgala kemurahanMu dengan keburukan
Tiada pernah ku menyadari semuanya
Bahwa nafas yang ku hirup adalah kuasa Mu." (Ungu)


Menurutku Afi itu kuwalat. Di saat ummat Islam mati2an membela Al-Qur'an yg dinistakan, dia malah nulis bhw Al-Quran...
Dikirim oleh Widi Astuti pada 1 Juni 2017