Munculnya Orang-orang Keblinger Tapi Merasa Pinter


Oleh: Ust. Zulfi Akmal
(S3 Al-Azhar, Cairo)

Sebagian orang merasa menjadi pemikir keren ketika mempertanyakan atau mengeritisi hal-hal yang sudah baku dalam perkara agama. Hal yang sudah pasti seratus parsen kebenarannya. Hal yang sudah ma'lum fiddin bidh dharurah, istilahnya. Yang tidak perlu dipertanyakan lagi harusnya.

Mempertanyakan hal semacam itu sama artinya mempertanyakan apakah matahari terbit di siang hari atau di malam hari?

Lalu, orang semacam ini apakah disebut pemikir keren atau kelewat mikir (baca: sinting)?

Dia mempertanyakan hal itu disebabkan karena mereka belum pernah belajar dan mendalami dengan benar. Dengar sana secuil, baca sini sedikit, tiba-tiba muncul bisikan syetan di dalam hatinya. Kemudian mereka menulis atau bicara dengan nada meyakinkan.

Sialnya, was-was syetan yang mereka tuliskan dengan bahasa yang memukau dibaca oleh orang yang setipe dengan mereka, bahkan lebih parah.

Akhirnya muncullah orang-orang keblinger tapi merasa pintar.

Jangan heranlah, orang gila memang suka meneriaki orang-orang waras sebagai orang gila. Yang waras baiknya senyum saja, anggap saja nonton komedi. Jangan balik teriaki mereka gila.