Larang Takbir Keliling, Kapolda Khawatir Kecelakaan dan Keributan, Netizen: Terus lw digaji buat apa?


[PORTAL-ISLAM.ID] Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan mengeluarkan pengumuman kepada masyarakat untuk tidak menggelar takbiran keliling di jalan raya. Salah satu pertimbangan polisi hal itu demi keselamatan.

"Tidak usah takbir keliling. Karena pertama, khawatir terjadi kecelakaan, terjadi gesekan tengah jalan, kemacetan. Toh besoknya akan bersama sama melaksanakan hari raya Idul Fitri," kata Kapolda di Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/6/2017).

Link: https://news.detik.com/berita/3535676/larang-takbir-keliling-kapolda-khawatir-kecelakaan-dan-keributan

Polda Metro Jaya juga telah mengeluarkan surat Imbauan Kamtibmas Pelaksanaan Takbir Malam Idul Fitri 1438 H/2017. Dalam imbauan yang ditandatangani Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan mengimbau pelaksanaan malam takbiran di wilayah hukum Polda Metro Jaya agar tidak melaksanakan takbir keliling.

Alasan pelarangan Takbir Keliling di DKI yang disampaikan Kapolda karena "khawatir Kecelakaan dan Keributan" ini tentu memancing tanggapan dari publik Umat Islam, terutama di sosial media. Bukankah tugas Kepolisian yang telah digaji rakyat itu menjaga dan mengatur ketertiban?



"Terus lw digaji buat apa?" komen @hasmi_bakhtiar.

"Sekalian aja mudik juga dilarang, khawatir kecelakaan dan kemacetan. terus situ kerjanya ngapain," timpal akun @nufays_fa.

"gak  usah terlalu dikhawatirkan, kalau memang sayang terhadap umat Islam, kawal mereka yg takbiran...jaga mereka dngn baik..," ujar @ediemusiran.

"Kalo konvoi keliling tahun baruan masehi gapapa ya pak," komen @rizkyjuki.

"Insyaallah pak yg namanya mengagungkan Asma Allah gak ada yg Rusuh, Bapak aja yg Baperan," kata @AdingEffendi.

"Mau dilarang juga gak apa apa, tapi larang juga tahun baruan, konser konseran, toh semuanya berpotensi menimbulkan keributan. Adil dong," komen @bukantemanmabok.