Indonesia Tawarkan Diri Menjadi Mediator Krisis Qatar, Netizen: Punya Banyak Utang Mau Nasihatin Orang Kaya yang Berselisih



[PORTAL-ISLAM.ID] Indonesia menawarkan diri untuk menjadi mediator dalam “Krisis Qatar”. Tawaran mediator disampaikan Menlu RI Retno Marsudi, 7 Juni 2017.

Menlu belum menjelaskan, bagaimana reaksi dari pihak yang bermasalah. Seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir dan Yemen, meski sebelum Indonesia menawarkan diri, pejabat Uni Emirat Arab sudah menegaskan, tidak akan mau melayani setiap tawaran negosiasi.

Selain Indonesia, Yordania, salah satu negara Arab di kawasan Timur Tengah, juga menawarkan peran serupa.

Seperti diketahui, Qatar salah satu negara Islam di Jazirah Arab, awal pekan ini dikucilkan oleh sejumlah negara Arab lain dengan cara pemutusan hubungan diplomatik.

Qatar dikucilkan karea dianggap menjadi penyandang dana bagi kelompok terorisme internasional, meski tudingan tak berdasar yang diprovokasi Israel itu dibantah keras oleh kelompok yang dituding tersebut.

Dengan pemutusan diplomatik ini, Qatar terisolir. Sebab negara-negara yang memutus hubugan diplomatik berada di posisi sebelah Barat (Bahrain), Selatan (Arab Saudi) dan Timur (Uni Emirat Arab).

Satu-satunya arah yang bebas dilewati Qatar adalah bagian Utara yaitu Teluk Hormutz dan wilayah laut yang menghadap Iran.

Kendati ada penolakan, Menlu Retno Marsudi nampaknya optimis dengan tawaran tersebut. Sebab sebelumnya Indonesia ditawari Arab Saudi untuk mejadi juru damai dengan Iran.

Tawaran itu diterima dan sudah dimulai Indonesia. Hanya belum jelas pula bagaimana hasil ataupun perkembangannya.

Di tahun 1988, RI pernah menjadi juru damai dalam konflik negara-negara Indo China: Vietnam, Kamboja dan Laos. Dengan cara menawarkan Jakarta dan Bogor sebagai tempat berunding – Jakarta Informal Meeting. Dan berhasil.

Sukses itu dilanjutkan dengan peran yang sama mendamaikan Pemerintah Filipina dan MNLF (Moro National Liberation Front) di Filipina Selatan. Juga berhasil.

Provinsi bagian Selatan Filipina mendapat otonomi khusus dari Manila. Nur Misuari tokoh MNLF menjadi Gubernur pertama yang beragama Islam di negara tetangga tersebut.

Persoalan yang tidak gampang dalam “Krisis Qatar”, sebagian besar negara yang bertikai merupakan negara terkaya di dunia.

Dana tunai yang beredar di dunia saat ini, terbesar berada dan berasal dari negara-negara kaya minyak tersebut.

Sementara Indonesia sebagai mediator, merupakan salah negara yang tidak kuat, sebab terlilit hutang luar negeri yang lumayan banyak.

Berikut tanggapan netizen akan upaya Indonesia menjadi mediator di Krisis Qatar.

"Punya hutang banyak mau nasehatin orang2 kaya yg berselisih....optimis aja deh...,," tulis akun Helmansyah Moeis.