Hamas Sandera 4 Tentara Israel, Tukar Dengan Seluruh Tawanan Palestina


[PORTAL-ISLAM.ID] Pemerintah Israel akhirnya secara resmi mengakui bahwa gerakan perlawanan Hamas telah menyandera empat warganya, dua tentara dan dua lagi warga sipilnya di Gaza. Mereka minta Palang Merah Internasional mengunjungi sandera tersebut.

Koran Israel Haaretz menyebutkan, berdasarkan pernyataan Menteri Keamanan Israel Evigdor Liberman saat tanya jawab dengan anggota Knesset kemarin Senin (5/6/2017), bahwa Hamas menawan dua tentara dan dua warga Israel.

Liberman mengungkapkan penyesalanya dari tidak adanya tuntutan dari masyarakat internasional juga dari anggota komisi Knesset terkait hak mendasar Palang Internasional untuk mengunjungi para tawanan atau mengizinkan mereka untuk berkunjung.

Ia menambahkan, kondisi kemanusiaan di Gaza tidak akan pernah membaik sebelum mereka mengizinkan Palang Merah Internasional mengunjungi para sandera Israel yang ditawan Hamas.

Dalam kaitan ini, gerakan Hamas menganggap pernyataan Liberman tak ada faidahnya, karena Israel tidak memenuhi persyaratan dalam kontrak perjanjian pertukaran tawanan.

Anggota biro politik Hamas, Sholah Bardawil mengungkapkan, keputusan Hamas sudah final tidak akan melakukan pembicaraan apapun terkait sandera sebelum Israel membebaskan semua tawanan yang telah dibebaskan dalam transaksi pertukaran tawanan sebelumnya.

Dalam pernyataanya di Quds Press, Selasa (6/6/2017) Bardawil menanggapi pernyataan menteri militer Zionis bahwa tawanan harus dibayar tawanan.

Pada April 2016 lalu, brigadi Izzuddin Al-Qossam telah mengumumkan, pihaknya menawan empat serdadu Zionis, nama dan foto mereka disebar, namun tanpa menjelaskan secara rinci. Ia menjelaskan semua informasi terkait empat serdadu tersebut harus ditebus dengan harga yang jelas sebelum perundingan dan setelahnya. Ia menegaskan, tidak ada perundingan dalam hal ini.

Pada Oktober 2011 perlawanan Palestina berhasil membebaskan 1000 tawanan Palestina terutama mereka yang divonis hukuman berat, setelah melakukan perundingan tidak langsung dengan Israel melalui perantaraan Mesir yang berlangsung selama lima tahun, setelah mereka menawan Gilad Shalit sejak tahun 2006. Namun tentara Zionis kembali menahan puluhan mantan tawanan. (Info Palestina)