Hak Angket KPK, Fahri Hamzah Dapat Dukungan Luas Netizen



[PORTAL-ISLAM.ID]  Fahri Hamzah yang kini menjabat sebagai wakil ketua DPR dikenal luas sebagai sosok yang mengkritik keras KPK.

Sikap keras Fahri ini tak pernah berubah. Kritiknya pun jernih, didasari keinginan agar KPK sungguh menjadi perangkat hukum yang bersh, jujur, berani, dan tak memihak penguasa.

Keberanian Fahri mengkritisi kerja KPK baru-baru membuat KPK berang karena dengan berani menggulirkan pembentukan Pansus Hak Angket KPK.

Fahri banyak menerima masukan publik yang letih menyaksikan manuver KPK yang semakin terang benderang membela penguasa, membidik lawan penguasa, menggebuk habis-habisan tokoh politik yang dianggap berseberangan dengan KPK.

Lihat saja begitu banyak kasus korupsi yang mangkrak seperti tak tersentuh. KPK malah sibuk memunculkan nama Amien Rais sebagai penerima aliran dana korupsi alkes yang melibatkan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah.

Fahri menegaskan bahwa KPK harus mulai memperbaiki cara melihat dirinya.

"Bukan karena semua lembaga disadap dan semua pejabat di lembaga itu telah kena operasi OTT lalu KPK bebas suap...
Untuk membuktikan suap di tubuh KPK kita perlu lembaga yg bisa menyadap KPK dan itu tidak ada..

Polisi disadap KPK lalu polisi kena OTT...
Jaksa disadap KPK lalu jaksa kena OTT..
Hakim disadap KPK lalu hakim kena OTT..

DPR disadap KPK anggotanya kena OTT..
DPD disadap KPK anggotanya kena OTT..
MK, KY, MA dll semua sudah kena...

Lalu siapa yang boleh menyadap seperti KPK?

Tidak ada!"

Fahri pun mempertanyakan, mengapa dalam 15 tahun KPK berdiri hanya ada 1 lembaga yang tidak ada suap, yaitu KPK sendiri?

"Lanjut, saya juga sudah tidak respek dengan lembaga anti rasuah ini! Sudah jadi alat gebuk yang tdk sejalan dengannya.

BLBI, Sumber Waras, e-KTP apakabar?" tulis Airis Arya Danu.

"Luar biasa pemikiran pak Fahri Hamzah, yg tdk pernah terpikirkan oleh anggota Dewan yg lain. Bahkan disaat antum sahkan angket KPK, antum disalahkan oleh anggota yg lain bahkan dari Partai antum sendiri.
Selamat berjuang singa parlemen...," tulis Rudi Syahruddin.

"ini baru fungsi dpr sesungguhya " pengawasan,
" sehat selalu bg FH," tulis Lieem Boeng.

"Seolah olah siapapun yang sudah dibidik oleh kpk sudah pasti koruptor, dan diblow up oleh banyak media, tapi ketika yg bersangkutan tidak terbukti, tidak pernah diberitakan oleh media manapun, makanya mudah sekali untuk membuat nama seseorang jatuh, cukup kpk bergerak dan blowup oleh media, selesai... Mudah mudahan pansus ini bisa bekerja dengan amanah demi kebaikan bersama," tulis Irya Anantaraja.

"Selamat berjuang.. Sampai saat ini tidak ada yang melakukan kontrol ke KPK. Anak SMP saja bisa menyadap...Siapa yang menjamin KPK bersih. Apa ukurannya bersih? Manusia sejatinya punya hati dan naluri untuk berbuat baik dan salah. Salam Nusa Tenggara Barat ( NTB) ,Lombok Barat," tulis Faqih.

Kalo pendapat saya lebih baik KPK di bubarkan saja..Bentuk lembaga baru yang fungsi dan tugasnya sama dengan KPK..Tapi kewenangannya harus di kaji lagi jangan seperti KPK sekarang ini..Untuk penyidik,jaksa,hakimnya harus di ambil dari hasil seleksi dengan syarat integritas latar belakangnya..," tulis Santoso.

Bubarkan ajah kpk pak, uang kembali hanya sedikit tidak sebanding dg anggaran kpk yg triliunan, sementara blum ada tanda2 mental anti korupsi di benak pejabat, berarti kpk nya salah arah, kpk hanya diarahkan gebuk sana gebuk sini, tebang pilih, atau istilah pedas pak amien : kpk sekarang super diskriminatif, jadi tolong rekomendasikan pansus untuk membubarkan kpk krn sdh tdk efektif. Ternyata ketidak efektifan kpk bisa jadi disebankan oleh pembusukan di otak para pemimpin kpk itu sendiri...!!!" tulis Murtadho Msi.

"Mantap Bang Fahri, ... lanjut dan laksanakan rakyat menunggu kinerja bapak - bapak di senayan untuk hak angket KPK.

KPK juga manusia bukan malaikat," tulis akun Mas Gawang Madli.

"Maju trs Pak Fahri negara ini memang hrs perlu orang yg berani sprti bang Fahri...smoga sukses mngawal negara tercinta ini..ibarat kpal sdh khilangan arah ngk jlas mau kmna mau berlabuh..," tulis Suyono Yon.


"KPK secara perlahan tapi pasti telah mencuci otak rakyat Indonesia. Stigma negatif yang muncul bagi pengkritik KPK justru akan membahayakan KPK. Sudah saatnya memang,lembaga ad hoc satu ini dievaluasi. Mengingat terlalu seringnya kegaduhan politik yang ditimbulkanya. Eh... nanti aku disangka pro koruptor nggak bang?" tulis akun Ibnu Kardi Al Todanany.

Sumber: FB Fahri Hamzah