GEGER! Saling Serang 2 Tokoh eks-PRD di Twitter, Andi Arief Bongkar Budiman Sudjatmiko Buntingin Anak Orang


[PORTAL-ISLAM.ID] Dua tokoh aktivis mahasiswa eks PRD di masa Orba yang sama-sama pernah dipenjara Orba, Andi Arief dan Budiman Sudjatmiko saling serang dan saling bongkar di twitter (TWITWAR).

Andi Arief, mantan staf khusus Presiden SBY dulunya demonstran dan aktivis mahasiswa. Ketua Senat Mahasiswa Fisip UGM 1993-1994, Dewan Pengurus Persatuan Rakyat Demokratik (PRD) sebelum berubah menjadi Partai Rakyat Demokratik (PRD), sampai menjadi Ketua Umum SMID (Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi) pada tahun 1996.

TwitWAR bermula cuitan Budiman Sudjatmiko (@budimandjatmiko), mantan Ketua Umum PRD yang bergabung dengan PDIP dan sekarang jadi anggota DPR Fraksi PDIP, yang menyatakan Aksi-Aksi Bela Islam sebagai aksi rasis.

Hal ini ditanggapi Andi Arief (@andiariefaa), bahwa gerakan rakyat yang tergabung dalam Aksi-Aksi Bela Islam itulah yang dulunya dilakukan PRD lewat demontrasi-demonstrasi menentang penguasa Orba saat itu hingga para aktivis demokrasi dan PRD masuk penjara. Saat ini tokoh penentang penguasa dipenjara.

Twit @andiariefaa:

Kawan saya @budimansudjatmiko ini sejak dulu selalu terlambat melihat potensi gerakan rakyat. Aksi 212 dan 411 dianggap aksi rasis.

Tolong tunjukkan apakah ada warga tionghoa dan non Muslim luka atau wafat atau rumah obadahnya dibakar karena aksi 212 @Budimansudjatmiko.

Dulu, ketika PDI diacak2 orde baru, si @budimansudjatmiko ini penentang gagasan saya untuk bergabung di diponegoro, alasannya partai borjuis.

Wajar @budimansudjatmiko anak mami yang kerendem di perpustakaan, sehingga apa yang berkembang di rakyat ciumannya tak tajam.

Sebetulnya apa yang dikepala anda @budimansudjatmiko soal pengertian rasisme? Saya menduga anda kerasuka islamophobia.

Islam, Nasionalis --dulu komunis-- sama-sama bisa dan pernah menjadi wadah dan tumpuan rakyat dalam berjuang, lumrah.

Kesalahan @budimandjatmiko adalah terpengaruh tuduhan palsu rasisme, 411 dan 212 punya akar masalah sosial ekonomi yg gampang dijelaskan.

Dalam manifesto PRD yang dibacakan Juli 1996, @budimandjatmiko lupa bahwa eksplisit penguasaan ekonomi etnis tertentu penyebab ketimpangan.

Kalau menyebut etnis tertentu kuasai ekonomi karena dapat kemudahan negara sebagai penyebab ketimpangan itu bukan rasisme @budimandjatmiko.

Anti etnis tertentu dan anti terhadap etnis tertentu yang selalu dapat kemudahan menguasai ekonomi adalah sua hal berbeda @budimandjatmiko.

Kenapa Islam wadah persatuan berbagai kekecewaan, partai @budimandjatmiko (PDIP, yang katanya partai wong cilik -red) harus otokritik, persepsi rakyat tidak berfihak mereka.

Semoga @budimandjatmiko berguna di partainya dan bisa pengaruhi Jokowi untuk gunakan akal ketimbang pentungan hadapi kekecewaan rakyat.

10 tahun saya bersama SBY, tidak pernah tergoda untuk mendukung dan menyampaikan usul agar penjara jadi alat politik @budimandjatmiko.

si @budimandjatmiko ini mulai alergi dengan gerakan rakyat. Bahkan makin konservatif,

Bagi @budimandjatmiko rakyat tumplek di 411/212 dan ratusan ribu di sejumlah kota itu tidak ada hal positif terhadap perubahan,

@budimandjatmiko kalau berpakaian cingkrang, bersorban, bertakbir lalu itu disebut gerakan rasis, apa harus mereka pakai jin belel?

Akar masalah rasisme itu apa? DNA? Dari mana kau bisa dapatkan teori itu, sejak jaman SI letupan itu karena ketimpangan.

Kemarahan rakyat mei 1998 setelah terjadi berbagai kerusuhan di berbagai daerah, bukan tiba-tiba meletus.

Kau harus lebih belajar memahami apa yang dimaui rakyat, keliru kalau menangkap ada rasisme dalam 212. Kau partisan ahok.

@budimandjatmiko kapan kau mendidikku, kau itu ketua PRD kebetulan, dan kebetulan masuk penjara bukan karena aktifitas revolusioner.

Twit-twit Andi Arief ini ditanggapi Budiman Sudjatmiko. Budiman menuduh Andi Arief pengkhianat.

"Jawab dulu: Mei 98 kau diculik atau kau membongkar basis2 pengorganisasian kampung2 kota di Jkt ke penculikmu utk digerakkan dlm rasisme?" kicau Budiman Sudjatmiko.

Kicauan Budiman ini tak disangka berbalik menjadi bumerang karena Andi Arief akhirnya membongkat topeng Budiman Sudjatmiko.

"@budimandjatmiko kurang ajar tahapmu, sekarang ngapain aja kerjamu di penjara? Buntingin anak orang dua kali keguguran," kata Andi Arief bagai petir di siang bolong.

"Perlu kau ketahui, aku diculik terakhir, dan saat itu gerakan sudah membesar. Kau enak2 di penjara buntingi anak orang," lanjut Andi Arief.

"Mungkin aku terlalu Kasar, tetapi tuduhanmu sudah keterlaluan. Aku akhiri terpaksa buka topengmu. Aku akhiri debat ini," tutup Andi.




Sontak warga Twitterland geger.

Padahal pasukan banteng selama ini getol menuduh HRS pada kasus "chat".