GEBUK SEMUA LAWAN POLITIKMU !!!


GEBUK SEMUA LAWAN POLITIKMU

Setelah Hizbut Tahrir Indonesia diumumkan wacana pembubarannya oleh pemerintah secara sepihak tanpa prosedur hukum yang mereka yakini, dengan segala fitnah yang terbantahkan secara fakta. Difitnahkan bahwa HTI anti pancasila padahal justru jauh lebih Pancasilais dalam membela aset negara, dianggap anti kebhinnekaan padahal jelas nyata HTI tidak pernah bentrok dan bermasalah dengan Muslim dan non Muslim, malah didzolimi tapi tak melawan, dianggap dekat dengan ISIS padahal justru petingginya dibunuh oleh ISIS dan kami di Indonesia dicemooh oleh mereka, dianggap anti NKRI pdahal justru sebaliknya terdepan dalam menyuarakan bahaya OPM dan lepasnya Timor Timur, dianggap mengancam padahal tak satupun orang yang terbukti dizholimi atau diambil hak-haknya, dianggap suka menyesatkan dan mengkafirkan di luar HTI padahal faktanya justru kami dibina dengan sangat tegas bahwa tidak boleh sembarang mengkafirkan dan menyesatkan orang lain, dianggap tidak punya kontribusi malah viral pengakuan kontribusi HTI atas mereka, siapa aku andai tidak dibina oleh HTI.

Hal ini dilakukan karena mereka panik tidak tau lagi bagaimana caranya membendung kebangkitan Islam, bagaimana caranya agar umat Islam tidak meyakini agamanya sebagai agama sempurna yang mengatur hingga politik.

Kini, Habib Rizieq di buru dengan menggunakan interpol Prancis. Pertanyaannya, kejahatan apa yang telah dilakukan oleh Habib? Kalau kasus dugaan pornografi, bukankah buanyyyyyaaak sekali yang menyodorkan konten porno saat kita buka artikel Islami sekalipun. Mengapa yang demikian dari kemarin didiamkan saja? Luna Maya dan Cut Tari yang nyata dan terbukti melakukan aksi pornografi aja tidak diapa-apakan.

Dalam hal ini seolah-olah Habib telah terduga kuat melakukan dosa yang tak terperikan, terori yang telah meluluhlantakkan ibukota, atau merugikan negara sedemikian rupa dan menyengsarakan rakyat sebegitu hebatnya. Hingga seolah mengalahkan kasus mega korupsi E-KTP dan Indonesia diambang kebangkrutan akibat utang yang terus meningkat hingga di ambang batas.

Apa tidak malu mengkriminalkan lawan politik dengan delik yang palsu dan miskin bukti? Jawabanya yang paling masuk akal cuma satu yaitu, Habib adalah lawan politik penguasa yang sangat vokal dalam mengoreksinya.

Amien Rais pun tak ketinggalan di seret-seret dalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan mantan menteri kesehatan dari Muhammadyah Siti Fadhilah Supari dengan alasan Amien Rais menerima suap sebanyak Rp. 600.000.000 dengan transfer 6 kali. Dalam penjelasan Amien Rais itu bukan uang dari Siti Fadhilah tapi rdai Sutrisno Bachir Sekjen PAN waktu itu. dan dijelaskan oleh Sutrisno Bachir bahwa uang itu bkn dari Siti Fadhilah tapi dari dana infak sodaqoh dll. Kasus ini nampak terlalu didramatisir kata Amien Rais.

Dari sini dapat kita lihat bahwa pemerintah benar-benar satu paduan suara dengan segala perangkatnya untuk membungkam semua lawan poltik dengan dalil kriminal yang dipaksakan dan diada-adakan, dalam bahasa kekiniannya ala Owi, GEBUK semua, karena Amien Rais termasuk dari Ketua Penasehat Presidium Alumni 212 yang sedang memviralkan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan memintanya mundur.

Al Khaththat pun di tuduh makar hanya karena memimpin demontrasi hingga habis masa tahanan pun diperpanjang karena baru mencari-cari alasan. Bukankah seseorang ditangkap setelah ada bukti? Lah ini kok baru nyari bukti yang menguatkan? Ah sudahlah....memang hukum, aparat dan kekuasaan hanya untuk memaksakan politik dan isme penguasa kok.

Besok siapa lagi? Saya atau kamu? Siapa saja bisa asalkan dianggap mengancam kemaksiyatan dan kedzoliman.

Dakwah atau diam cuek sama-sama meninggal, maka aku pilih untuk bicara tentang kebenaran dan senantiasa mengetuk hati dan membuka berfikir ummat agar mau berbuat sesuatu demi keselamatan dunia akhirat kita semua.

(Nurul Mustaniroh Al Mumtazah)

*Sumber: fb Nurul Mustaniroh Al Mumtazah