FAKTA!! Bukan UMAT ISLAM yang Suka Hadang Ambulans, Tapi POLISI. INI BUKTINYA!!


[PORTAL-ISLAM.ID]  Video film pendek bertajuk "Kau Adalah Aku yang Lain" besutan Anto Galon menjadi viral usai diupload oleh akun resmi fanpage facebook Div Humas Polri, Sabtu, 24 Juni 2017 lalu sehari jelang Idul Fitri.

Video berdurasi 7 menit 41 detik ini menuai kritik keras dari publik karena berisi pesan tendensius kepada Umat Islam.

Digambarkan ada oknum umat Islam (berjenggot) tidak mau membuka jalan yang ditutup karena ada pengajian, ketika ada ambulans mau lewat mengangkut pasien kritis yang kebetulan beragama Kristiani. Lalu dalam video tersebut, polisilah yang menjadi pahlawannya.

link: http://www.portal-islam.id/2017/06/video-divhumas-polri-memicu-reaksi.html

Namun di kehidupan sehari-hari, kenyataannya tak seperti di dalam video tersebut. Justru Polisilah yang sering menghadang ambulance.

Simak cuplikan berita di bawah ini.

1. Dihadang Polisi, Pengantar Jenazah di Makale Toraja Ngamuk

Rombongan pengantar jenazah mengamuk saat dihadang Satuan Lalu Lintas Tana Toraja' Polres Tana Toraja di Plaza Kolam Makale, Jl Jenderal Sudirman, Kelurahan Bombongan, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Senin, 18 Juli 2016.

Akibatnya, rombongan pengantar jenazah dan polisi terlibat adu mulut dan saling dorong.

Pengantar jenazah yang terdiri dari pendendara roda dua dan roda empat itu dihadang polisi karena bunyi kendaraan pengantar jenazah dianggap mengganggu upacara yang dipimpin Kapolres Tana Toraja, AKBP Arief Satriyo.

"Awalnya rombongan menunggu di depan kampus UKI Toraja di Makale, dan sudah menyebabkan kemacetan, setelah itu saat ambulance jenazah datang penjemput menyalakan sirine ditambah suara motor terdengar sangat bising," ujar Kasatlantas Tana Toraja' Polres Tana Toraja, Iptu Nicodemus Brahmana, Senin, 18 Juli 2016.

2. Ambulance Pembawa Jenazah Zulhamdi Sempat Ditahan Polisi

Setelah sempat mengamuk karena merasa dipersulit pihak Rumah Sakit Bhayangkara Medan, keluarga almarhum Zulhamdi Sakti Wicaksana (21), korban banjir bandang air terjun Dua Warna, Desa Sirugun, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang kemudian mengangkut peti jenazah korban ke dalam mobil ambulance BK 1466 US, Rabu 18 Mei 2016.

Ketika peti jenazah sudah berada di dalam mobil ambulance, petugas kepolisian yang berjaga menahan mobil ambulance pengangkut jenazah Zulhamdi.

"Ini enggak bisa dibawa begitu saja pak. Harus kita selesaikan dulu surat-suratnya, baru bisa jalan," kata Iptu N Manurung sembari meminta sopir ambulance mematikan mesin mobil.