Fahri Hamzah: Keislaman dan Keindonesiaan Adalah Satu Kesatuan yang Tidak Bisa Dipisahkan


Sambutan Fahri Hamzah di acara "SILATURAHIM DAN PUASA BERSAMA WAKIL KETUA DPR RI FAHRI HAMZAH DENGAN MASYARAKAT NTB", di Hotel Lombok Garden Mataram, 3 Juni 2017. (Video ada di bawah)

1. Assalamu'alaikum WrWb.

2. Bapak Wakil Gubernur, Pak Muhammad Amin. Bapak Mantan Wagub NTB Pak Badrul Munir. Dan Guru Shofwan Hakim.

3. Para pimpinan daerah, tokoh masyarakat, pemuda, LSM, wartawan dan tokoh mahasiswa NTB.

4. Guru Shofwan sudah saya kenal lama. Sejak saya kuliah di Unram. Saya dengarkan ceramahnya dan tulisannya sering saya baca.

5. Kita berkumpul di tempat ini, dalam waktu-waktu penting dimana doa diijabah oleh Allah.

6. Kita bersilaturahim secara fisik. Bertemu dan bertatap muka. Juga bertemu pikiran dan hati untuk memikirkan masa depan umat dan bangsa.

7. Silaturahim memanjangkan umur dan memurahkan rezeki yang banyak dan bermanfaat bagi kehidupan kita.

8. Hari ini kita bertemu ditengah suasana bangsa kita yang penuh dengan tanda tanya.

9. Kemarin saya silaturahim dengan salah satu sejarawan yang paling tua. Bahkan paling tua di Indonesia. Bapak Taufik Abdullah.

10. Kepada saya, Bapak Taufik Abdullah menyampaikan; saya agak mencemaskan dengan situasi bangsa ini.

11. Saya tanya; Apa yang menyebabkan beliau cemas. Beliau jawab sepertinya bangsa ini sedang terjadi krisis.

12. Krisis tentang saling mempercayai. Kita sebagai bangsa sulit untuk saling percaya.

13. Ada ketidakpercayaan kepada tokoh agama, ada ketidakpercayaan kepada tokoh bangsa dan juga ada ketidakpercayaan kepada tokoh etnis.

14. Saya minta beliau menjawab; Apa solusinya. Jawab beliau saya tidak bisa menjawab. Karena tidak tahu.

15. Tapi dalam perspektif anak muda. Dalam persepktif saya yang ada dalam situasi yang terjadi, saya katakan; harus ada tenaga untuk memperbaiki kondisi.

16. Pertama, harus ada kata-kata yang kita pegang kembali sebagai cerita dan narasi yang mengarahkan kita sebagai bangsa.

17. Fenomena Soviet yang sudah tumbang. Apakah Indonesia masih bisa bertahan.

18. Karena Soviet federasi, begitu nasionalisme hilang, bagian-bagian memisahkan diri.

19. Tapi Indonesia sudah terlalu rumit, karena struktur sudah terbangun tapi hubungan pribadi tercampur. Karenanya harus ada narasi.

19. Kedua, kita perlu pergerakan agar Indonesia bisa lebih solid di masa depan.

20. Ketiga, harus ada tokohnya. Juga komitmen. Saya melihat, Gubernur NTB Tuan Guru Bajang sering keliling Indonesia. Diundang di berbagai tempat.

21. Narasi itu bisa kita titipkan ke beliau. Narasi masjid "Hubbul Wathan" NTB kita jadikan sebagai narasi nasional. Narasi mencintai tanah air dari masjid.

22. Sebab ini yang ingin dipisahkan orang-orang sekarang. Mereka menuduh bahwa kita tidak bisa mencintai tanah air dari masjid. Orang-orang Islam dianggap tidak komit dengan tanah air.

23. Ini tuduhan yang menyakitkan dan harus diakhiri.

24. Moderasi Indonesia harus datang dari NTB. Kita mendaulat Gubernur TGB menjadi imam besar Masjid Hubbul Wathan.

25. Supaya dari situlah (Masjid) kita mengkhotbahkan Keislaman dan Keindonesiaan sebagai satu kesatuan yang telah bertemu dan tidak bisa dipisahkan.

26. Pancasila adalah pertemuan antara tujuan syariah dan bernegara. Harus menyatu.

27. Sebagaimana tujuan bernegara dalam Pembukaan UUD. Mewujudkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.

28. Demikian. Wassalamu'alaikum Wrwb.

[VIDEO]


Sambutan, membuka acara buka puasa bersama masyarakat NTB
Dikirim oleh Fahri Hamzah pada 3 Juni 2017