Andai Amien Tak Mengusik, Pasti Ia Tak Terusik


ANDAI AMIEN TAK MENGUSIK, PASTI IA TAK TERUSIK

Semua permasalahan yang menimpa pak Amien Rais berasal dari padanan kata mengusik dan terusik. Kenapa saya katakan demikian, siapapun yang merasa kepentingan dan hidupnya terganggu maka pasti pihak yang merasa terganggu akan kembali menggangu orang yang mengusik dirinya (sepanjang ia bisa melakukan hal tersebut).

Andai Amien tak mengusik, pasti ia tak terusik. Lihatlah apa yang dilakukan Amien Rais sebelum ia terusik. Di usia senja yang seharusnya lebih tepat memilih untuk duduk manis sambil minum kopi dan makan cemilan di menara gading, namun ia lebih memilih turun gelanggang mengingatkan sang penista agama yang sempat menghebohkan se-antero negeri serta penguasa yang terkesan melindungi untuk mengatakan bahwa ada kesalahan yang dibiarkan terjadi di dalam negeri dan harus segera dicarikan solusi.

Andai Amien tak mengusik, pasti ia tak terusik. Lihatlah apa yang dilakukan Amien sehingga dia menjadi terusik, karena dirinya menantang seorang Jendral untuk bicara terbuka tentang data reklamasi. Siapa yang tak sport jantung dibuatnya, karena Amien bukanlah aktifis jalanan yang bisa di-ukur dengan kepingan dollar apalagi sekedar jabatan untuk meluluhkan hatinya. Bagi Amien, kebenaran adalah tujuan perjuangan hidupnya.

Andai Amien tak mengusik, pasti ia tak terusik. Setelah mengusik sang Jendral, Amien-pun mengusik sang pemilik kekuasaan yang sedang duduk di singgasana. Amien mengatakan "kekuasaan yang mulai panik dan lepas dari nilai-nilai moral, biasanya agak serampangan menuduh orang-orang tertentu sebagai pelaku makar atau lebih gawat lagi, sebagai teroris," katanya.

Karena terlanjur mengkritik jantung penguasa apalagi berhasil merobohkan sang putra mahkota, maka Amien pun terusik mendapat tuduhan korupsi dari kasus yang sebenarnya agak dipaksakan. Hati-hati para pengusaha dan penerima dana hibah, suatu saat kalian akan dipaksa-dituduh melakukan tindak pidana korupsi jika tidak mau patuh pada perintah penguasa atau mengusik sang pemilik tahta.

Saya yakin bahwa pak Amien sudah terbiasa menerima resiko atas apa yang ia sampaikan. Mungkin bukan hanya tuduhan korupsi, ancaman yang lebih berbahaya dari itu juga pernah ia dapatkan.

Terimakasih pak Amien sudah mengingatkan kami masalah Reklamasi serta skandal mega korupsi lainnya, sekarang rakyat tinggal menunggu mau kemana penegakkan anti korupsi ini di-alamatkan, semoga KPK tidak gagal fokus atau mengalihkan isu mega korupsi e-KTP dan Reklamasi (dengan mengorbankan Amien Rais ) serta Nawacita berakhir dengan Dukacita.

M. Abrar Parinduri
(Dosen PTIS Sumut)

*Sumber: fb