Kata Timses: Cabut Banding, Bukti Ahok Bijak dan Rela Berkorban; Amien Rais: Itu Pencitraan Saja


[PORTAL-ISLAM]  Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mencabut upaya banding terkait vonis dua tahun penjara dalam kasus penistaan agama. Keputusan Ahok ini dinilai sebagai sikap yang bijak serta rela berkorban demi kepentingan lebih besar.

"Saya memandang apa yang dilakukan Ahok adalah bijak. Bagaimana pun kasus Pak Ahok ini sangat sensitif. Ini menunjukkan beliau rela berkorban dari kepentingan pribadinya," kata Wakil Sekjen DPP Hanura Dadang Rusdiana, dalam pesan singkatnya, Selasa, 23 Mei 2017.

"Saya apresiasi itu karena sikap beliau untuk menjaga kepentingan yang lebih besar," tutur timses Ahok di Pilkada DKI itu.

Link: http://m.viva.co.id/berita/politik/918594-cabut-banding-ahok-dinilai-bijak-dan-rela-berkorban

Hal berbeda disampaikan mantan Ketua MPR Amien Rais menilai langkah Ahok tidak jadi mengajukan banding hanya pencitraan saja.

"Itu pencitraan saja," ujar Amien Rais di gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (23/5/2017).

"Dia mau mengambil simpati publik saja," lanjutnya.

Link: http://www.tribunnews.com/metropolitan/2017/05/23/ahok-cabut-banding-amien-rais-itu-pencitraan-saja

Hal senada disampaikan netizen, Leo Kusuma:

"Kalau memang yang mulia si Basuki itu memangnya berdjiwa SATRIA, berjiwa seorang PRIA SEDJATI, dia akan lebih memilih mundur dari pencalonan PILKADA DKI JAKARTA.

Dia akan berbungkuk-bungkuk meminta maaf kepada rakyat Jakarta dan umat Islam di Indonesia.

Tidak peduli dia merasa bersalah atau tidak. Tidak peduli dia merasa punya hak atau tidak punya hak.

Seorang PRIA SEDJATI akan lebih memilih mengorbankan dirinya untuk sesuatu yang lebih besar. Seseorang berdjiwa KSATRIA tidak akan takut kalau dirinya akan KEHILANGAN MASA DEPAN. Seorang dengan SEDJATI PEMIMPIN akan merelakan dia punya kepada kehormatannya sendiri untuk kepentingan yang lebih besar, daripada hanya dirinya sendiri.

Kalau saya boleh membandingkan, maka ternyatalah seorang ACENG itu masih lebih MULYA ketimbang seorang BASUKI."