SEBELUM BOM MELEDAK, DI SOSMED SUDAH BANYAK ANCAMAN ANCURIN JAKARTA PASCA AHOK KALAH


[PORTAL-ISLAM]  Teror berupa ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Terminal Kampung Melayu Rabu, 24 Mei 2017 pukul 21.15, rupanya tak berhasil mengejutkan khalayak.

Seperti yang sudah-sudah, saat situasi politik dalam negeri kisruh dan ruwet oleh pusaran kasus korupsi dan konflik horizontal, sederetan aksi ledakan bom menjadi pengalih sempurna perhatian publik.

Dalam drama ledakan bom kali ini, meski korbannya sungguh nyata berupa pelaku dan sejumlah korban tewas lain, sejumlah korban luka-luka juga mengalami derita yang nyata, bukan sandiwara.

Sebelum kejadian bom tersebut, netizen dikejutkan dengan beberapa status dan cuitan para pendukung Ahok di media sosial.

Lucunya, salah satu akun pendukung Ahok yang pernah mengancam akan meledakkan bom tersebut tiba-tiba mengubah tampilan menjadi akun yang nampak Islami. Sehingga terkesan, yang ingin meledakkan bom adalah akun umat Islam.

Berikut tampilan akun pendukung Ahok tersebut.


Sebuah catatan sangat menarik dihadirkan reporter Radio Elshinta Riman Wahyudi. Ia menuturkan, pada sore hari Rabu kemarin, di hari yang sama saat bom meledak pukul 21.15, ia berhasil menemui saksi tukang ojek di kawasan Kampung Melayu.
Apakah ini menjadi indikasi polisi telah mengetahui akan adanya ledakan bom sebelum peristiwa itu terjadi?