RUH PERLAWANAN UMAT Merontokkan Mitos Kehebatan Musuh-Musuh Islam


By: Ust. Nandang Burhanudin

(1) Ketika Mu’awiyah bin Abi Sufyan tersinggung oleh bujukan Romawi, ia mengirimkan armada laut pertama kali dalam sejarah umat Islam. Kemarahan yang sama dilakukan Al-Mu’tashim Billah, Panglima Shalahuddin Al-Ayyubi, Panglima Abdurrahman Al-Ghafiqi, Sultan Muhammad Al-Fatih. Marah tak mau dihinakan kaum kafir.

(2) Faktanya, kekuatan kafir sudah ditegaskan Al-Qur’an. Tak jauh beda dengan kekuatan sarang laba-laba. Mereka terkesan hebat dengan main keroyokan. Padahal pada hakikatnya, hati mereka tak pernah bisa bersatu. Justru kaum kafir bersatu padu ketika menjadikan Islam sebagai common enemy.

(3) Kesan hebat itulah yang selalu digembar-gemborkan AS, Israel dan sekutunya. Terutama di awal hegemoni imperium, AS rajin memproduksi film-film hollywood. Ada Superman, Batman, The Fantastic Four, Captain America, Rambo, dlsb. Film-film yang dikemudian hari membentuk persepsi dan opini di kalangan umat Islam.

(4) Amerika hebat! Israel tak terkalahkan! Faktanya, AS tak mampu menguasai wilayah-wilayah yang diserbu -dengan koalisi puluhan negara. Di Irak, ribuan tentara AS tewas. Di Afghanistan pun sama. Vietnam membuktikan AS tak ada apa-apanya. Bahkan gerakan HAMAS sukses mempermalukan Israel.

(5) HAMAS misalnya, mantan Menhan Israel di perang Gaza 2014 menuturkan, bahwa Israel telah gagal mengalahkan HAMAS padahal telah mengerahkan segalanya. 660 kali serangan F-16, bom-bom yang dijatuhkan 2 kali lipat bom di Hiroshima. Tapi HAMAS sukses membunuh dan menangkapi tentara Israel, tanpa melibatkan korban sipil.

(6) Maka untuk melanggengkan hegemoni, AS-Israel menempuh cara lain; menebar trauma mental dan mental trauma kepada balatentara negara-negara Arab, terutama yang mendapatkan pelatihan langsung dari AS. Trauma mental itulah yang menyebabkan, tentara Arab tak memiliki keberanian seberani pasukan HAMAS.

(7) Wajar jika Sayyid Quthb di salah satu tulisannya menyebutkan, “Militer Arab saat ini dengan pelbagai persenjataannya, pada hakikatnya tidak disiapkan untuk menyerbu atau membunuh tentara Israel. Tapi disiapkan untuk membunuhi kita, aktivis gerakan Islam yang anti Israel.”

(8) Ruh perlawanan itulah yang kini diteriakkan Habib Rizieq Shihab dan alim ulama di Indonesia. Trauma 9 naga, ternyata tidak berdaya di hadapan persatuan umat Islam Indonesia -kecuali oknum di NU dan partai hijau. Pilgub DKI adalah parameter ketidakberdayaan imperium 9 naga.

(9) Maka yang ditempuh 9 naga saat ini, sama dengan yang ditempuh oleh AS dan Israel; menciptakan boneka-boneka dari kalangan internal umat Islam dan pribumi, untuk dijadikan jongos dan pion dalam proxy war. Seperti Otoritas Palestina misalnya, justru paling aktif menangkapi para pejuang HAMAS dan perlawanan anti Israel.

(10) Para pion dan jongos inilah, yang gagah berseragam dan bersenjata. Tapi pada hakikatnya, sudah tidak memiliki lagi sensitivitas, apalagi ruh perlawanan. Justru permusuhan ditabuh untuk melawan umat Islam dan bangsa sendiri. Alhamdulillah, sejauh ini umat Islam Indonesia tidak terprovokasi dengan isu-isu murahan para jongos. Allahu Akbar.

*Sumber: http://nandang.me/2017/05/ruh-perlawanan/