PANTAS Belanda Mati-Matian Bela Ahok, Ternyata Ayah Ahok Zaman Penjajahan Dulu IKUT Belanda


[PORTAL-ISLAM]  Upaya berbagai pihak asing untuk mencampuri urusan dalam negeri Indonesia terkait proses pidana atas Basuki T. Purnama alias Ahok terus dilancarkan secara bertubi-tubi.

Salah satu negara yang konstan menyuarakan perlawanan atas kasus Ahok ini adalah Belanda.

Parlemen Belanda menyatakan, hukuman terhadap gubernur non-aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai “serangan langsung terhadap kebebasan”.

Joël Voordewind, anggota Parlemen dari Partai Christian Union, mengatakan, mayoritas anggota DPR Belanda sepakat atas usulannya untuk mengajukan keprihatinan mereka kepada Bert Koenders, untuk dibahas dan diangkat ke Uni Eropa (UE) dan pemerintah Indonesia.

"Menteri luar negeri memerintahkan Duta Besar Belanda untuk Urusan HAM yang tengah berada di Jakarta untuk menyampaikan keprihatinan kepada Menteri HAM Indonesia dan juga kepada Duta Besar UE di Jakarta," kata Voordewind melalui telepon kepada BBC Indonesia.

Indonesia yang dikenal sebagai negara “toleran dan relatif bebas” dengan jumlah penduduk Islam terbesar di dunia, dikhawatirkan berubah.

"Hukuman ini akan menciptakan tren di Indonesia bagi para kelompok Islamis garis keras, bahwa tekanan yang mereka lakukan beberapa minggu terakhir berbuah pada hukuman yang lebih tinggi dari yang dituntut jaksa," kata Voordewind.

"Jadi mereka menganggap mereka mendapatkan dukungan atas tindakan yang mereka lakukan. Ini bisa menjadi preseden bagi para hakim untuk membatasi kebebasan beragama,” ujarnya.

Upaya pihak asing untuk terus menekan pihak Indonesia selalu saja dilihat melalui satu framing yang sesuai dengan kepentingan politik Belanda yang anti Islam.

Belanda tak mau sedikit saja membuka wawasan bahwa yang memulai semua kerusuhan dan permusuhan ini adalah Ahok.

Terkait campur tangan Belanda ini, netizen mengunggah sebuah berita lawas berisi pengakuan Ahok bahwa ayahnya dulu bekerja untuk Belanda.
Baca juga :