Pandangan TRUMP Tentang Islam Berubah Setelah Kunjungi Arab Saudi


[PORTAL-ISLAM]  Lawatan ke Arab Saudi ternyata membawa banyak perubahan pada pandangan Presiden AS Donald Trump mengenai Islam.

Trump, yang semasa kampanye gencar menyuarakan perlawanan pada kelompok radikal Islam, nampak begitu menghormati Islam saat mengunjungi Arab Saudi.

Sikap Trump yang nampak keras terhadap Islam, diyakini Fadli Zon hanya merupakan retorika saat kampanye.

"Saya yakin, apa yang dia katakan selama kampanye mengenai kekhawatirannya tentang Islam hanya retorika kampanye dan dia tidak akan bertindak seperti itu," ujar Fadli.

"Buat Indonesia akan lebih bagus," kata Fadli Zon, sesaat setelah Trump dilantik akhir tahun lalu.
(Link: http://dw.com/id/fadli-zon-trump-keras-tentang-islam-hanya-retorika-kampanye/a-36338814 ).

Perubahan sikap Trump terhadap Islam sebelumnya ditandai dengan penandatangan dokumen perubahan larangan masuk bagi warga 6 negara muslim. Perubahan tersebut berupa dicoretnya negara Irak dari daftar 6 negara muslim yang warganya ditolak masuk ke Amerika Serikat.

Perubahan sikap drastis Trump ini dipercaya sebagai bentuk upaya penataan kembali hubungan Amerika Serikat dengan negara-negara Islam yang memburuk pasca pembentukan ISIS yang disebut Trump merupakan bentukan Obama dan Hillary Clinton.

Sikap Amerika Serikat yang melunak kepada negara-negara muslim sunni dunia diyakini pula sebagai upaya Amerika untuk menekan dan memerangi kekuatan Iran yang selama ini memegang peranan penting dalam berbagai konflik di dunia, termasuk di Suriah.

Trump sadar, upaya Amerika untuk menciptakan dunia yang bebas dari terorisme memerlukan kerjasama erat dengan negara-negara lain di dunia, tak terkecuali negara Islam.

"Saya berdiri di hadapan Anda semua mewakili rakyat Amerika menyampaikan pesan persahabatan dan harapan. Ini sebabnya saya memilih Arab Saudi, jantung peradaban Islam dunia sebagai tujuan lawatan perdana saya," ujar Trump dalam pidatonya di hadapan 50 kepala negara muslim dunia, termasuk Joko Widodo.

Lebih lanjut, Trump menambahkan, Arabia Saudi merupakan rumah sebuah situs suci dari sebuah agama besar dunia.

"Arab Saudi adalah kediaman situs tersuci dari sebuah agama besar dunia. Setiap tahun, jutaan muslim dari seluruh penjuru dunia mendatangi Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji," imbuh Trunp.

(Teks lengkap pidato Presiden Trump bisa dilihat di sini).

Meski keberpihakan Trump kepada negara-negara muslim sunni dianggap sebagai bentuk hipokrisi, namun baik Trump maupun 50 negara muslim yang hadir dalam KTT Riyadh nampak tidak memusingkan pendapat tersebut.

Sumber:
http://www.cnn.com/2016/08/11/politics/donald-trump-hugh-hewitt-obama-founder-isis/index.html

http://www.reuters.com/article/us-usa-immigration-exclusive-idUSKBN16D154

http://www.aljazeera.com/news/2017/05/trump-seeks-win-muslims-islam-speech-170521043522910.html