"MILAD 19 PKS, UJIAN KEDEWASAAN BERPARTAI & BERNEGARA"


by @Fahrihamzah:

1. Hari ini adalah penutup #MILAD19PKS, banyak sahabat bertanya soal hubungan saya dengan PKS...ijinkan saya sedikit menerangkan..

2. INI KRONOLOGI SAYA: Kronologi dan Rangkaian Kejanggalan Dalam Proses Pemecatan Fahri Hamzah

http://bersamafh.com/2016/04/16/kronologi-dan-rangkaian-kejanggalan-dalam-proses-pemecatan-fahri-hamzah/4/

3. Jika ingin membaca kronologi lengkapnya silahkan, saya ingin tambahkan sesuatu yang umum dan mudah diingat.

4. Pertama, saya adalah salah seorang deklarator partai. Di foto ini (9/8/1998) saya ada paling kiri dan paling kanan adalah LHI yg masih dibui.



5. Disebut #MILAD19PKS atau #milad19thpks karena mengambil tahun deklarasi PK sebab PKS lahir kembali setelah kegagalan threshold pemilu 1999.

6. Kedua, saya tidak pernah punya masalah sejak berdirinya partai bahkan sejak masa kaderisasi sebelumnya.

7. Saya tiba di jakarta tahun 1992 karena diterima menjadi mahasiswa FEUI dan langsung ikut tarbiyah di kampus.

8. Kaderisasi dan tarbiyah sebagai dasar kekuatan partai telah menjadi tradisi diri dan keluarga saya sampai sekarang.

9. Partai ini memang sejak awal tidak didirikan untuk kekuasaan semata tetapi politik sebagai cabang dari gerakan perbaikan (dakwah).

10. Ketiga, karenanya Pemilu demi pemilu dilalui dan semua mulai dari awal. Semua pendiri relatif tidak punya sumberdaya.

11. Saya merangkak dari bawah, gagal di pemilu 1999 lalu maju lagi di pemilu 2004 dan terpilih sampai sekarang.

12. Pada pemilu terakhir 2014 di tengah getir akibat musibah besar yang melanda partai karena kasus LHI saya terpilih kembali.

13. Saya tidak saja anggota DPR dapil NTB terpilih dengan suara paling besar tetapi juga terbesar di antara 40 anggota FPKS.

14. Dapil saya, NTB adalah penyumbang suara paling besar di tengah badai. Ini kerja bersama luar biasa.

15. Keempat, pemilu 2014 adalah pemilu paling berat bagi PKS tapi partai ini dikaruniai pemimpin yang hebat luar biasa.

16. Merekalah yang mengembalikan jiwa kader yang lesu, yang dalam istilah almarhum Taufik Ridho "mengubah musibah menjadi anugerah".

17. Selain mengembalikan semangat kader dan bertahan dgn perolehan suara di tengah, PKS juga sukses menggalang koalisi.

18. Demikianlah PKS kembali dan segala luka sembuh oleh berbagai kinerja baru dan semangat menatap masa depan.

19. Kelima, pertengahan 2015 datanglah pengurus baru. Datanglah masalah baru. Termasuk kepada saya.

20. Saya dianggap tidak sesuai dengan arah baru partai. Entahlah. Saya orang yg relatif mengerti arah. Dianggap tak tahu arah.

21. Saya berargumen tapi rupanya argumen tidak diperlukan. Lalu skenario pemecatan.disiapkan. sebuah persidangan rekayasa.

22. Kalau saya ceritakan kembali rekayasa itu tentu menyesakkan dada. Tapi sekarang kita lompat saja. Gugatan saya dimenangkan negara.

23. Pengadilan Negeri Jaksel telah memenangkan saya dan memperkuat semua posisi saya sebagai anggota PKS dan DPR juga pimpinan.

24. Meski PKS TIDAK terima dan melakukan banding tetapi harusnya keputusan pengadilan harus dihormati.

25. Jangankan menghormati putusan pengadilan, pimpinan PKS bahkan melarang pertemuan kader dengan saya.

26. Itu semua ok, Bagi saya kekalahan memang memerlukan waktu. Tetapi menunjukkan sikap tidak hormat pada hukum negara itu adalah masalah.

27. Dan keputusan peradilan ini seolah menghapus seluruh sejarah dan persaudaraan yang pernah ada.

28. Kemarin di masa pilkada. Saya tidak mau bereaksi karena khawatir berakibat buruk. Tapi sekarang, kita perlu memikirkan kembali.

29. Sikap kekanak2an pada usia #MILAD19PKS ini adalah melukai perasaan kader yg menginginkan pemimpin yg lebih dewasa.

30. Padahal, Dengan usia yang menjelang 20 tahun ini PKS selayaknya semakin memahami cara kerja negara. Dan dewasa di dalamnya.

31. Bukan berbalik menolak realitas negara atas nama doktrin agama atau hirarki kepartaian..ini kegagalan integrasi.

32. PKS harus meneruskan tranformasinya... dari partai tertutup kepada partai terbuka...membiasakan diri mengelola perbedaan..

33. Penyelesaian perbedaan seperti yang dilakukan kepada saya tidak bisa diterima..dan itu. Bukan jalan agama juga bukan jalan negara..

34. Saya telah menguji kebijakan pimpinan PKS melalui jalur negara...dan telah disalahkan..meski ada banding..

35. Negara demokrasi menolak penyelesaian sengketa partai secara sepihak...modus rekayasa persidangan (persidangan pemecatan –red) telah ditemukan..

36. Seolah ada laporan kader padahal pesanan atasan..seolah ada pencarian fakta padahal sudah ada kesimpulan..

37. Lalu semua orang disuruh bersandiwara sampai sekarang...negara moderen tidak bisa menerima pendekatan seperti ini..

38. Sekarang bagaimana dalam agama? Apakah agama membolehkan tingkah laku para pejabat partai seperti ini?

39. Inilah sumber koreksi yang harus dicari oleh para pemikir PKS, yang di kalangan anak.muda sudah ditemukan..

40. Anak2 muda partai bergumul dengan zaman dan melihat realitas dari dekat...mengalami dan menjalani..

41. Itu yang membuatnya semakin realistis dalam menjalankan agama bagi kehidupan.. membuatnya mengakar dan membumi..

42. Sementara di sebagian kalangan yang senior masih gamang, ada ketakutan menghampiri realitas..menghindar dan sembunyi..

43. INI yang membuat para senior gagal.mengelola politik yang penuh dengan perbedaan dan dinamika..

44. Ketegangan membuatnya kehilangan cinta dan persaudaraan.. tidak jarang sangat kejam dan tanpa belas kasihan..

45. Orang2 yang memiliki potensi dibuang begitu saja dengan dalil tidak boleh ada individu yg lebih besar dari partai..

46. Aneh sekali, bukankah agama adalah tempat persemaian orang2 besar dan manusia peradaban?

47. Agama akhirnya jadi alat untuk menyingkirkan lawan.. segala pintu dialog ditolak dengan dalil tak lagi ada hubungan..

48. Hukum negara diabaikan dan kepatutan dan etika kelembagaan tak lagi dihormati dan jadi pertimbangan..

49. Inilah yang terjadi di bawah kepemimpinan PKS yang sekarang...sangat disayangkan...

50. Untuk itu saya akan terus berjuang...menyelamatkan harapan besar kita bersama.

51. Saya ingin terus menguji kepemimpinan yang sekarang...sampai mereka sadar bahwa ada batas bagi masa bodoh ..

52. Sebab jika tidak... Dan lalu kita semua menderita... Dalil baru akan digunakan lagi untuk memaafkan kesalahan pimpinan.

53. Tidak bisa begitu.. Ini adalah partai politik.. Jalan.menuju negara..yang rasional..

54. Selamat #MILAD19PKS kepada semua kader dan.saudaraku...jangan lelah mengikhtiarkan kebaikan..

55. Karena jika kita percaya dengan niat kita...maka jalan sulitpun menjadi tidak relevan..

56. In uridu illal ishlaha mastatho’tu wa ma taufiqi illa billah ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi unibu. #MILAD19PKS

(Dari twit @Fahrihamzah 30 April 2017)