Menguak Keterlibatan Badan Intelijen China Dalam Operasi Indonesia Pecah 2025


1. Apakah kalian mengetahui, sosok seperti Steven atau Nathan itu bagian pengkondisian yang sengaja diciptakan badan intelejen China (MSS)?

2. Serta akun2 provokator, yg sengaja memancing reaksi, ibarat sengaja membangun api dalam sekam, ternyata dikoordinir dgn operasi intelejen.

3. Ada satuan tugas yang dibuat oleh badan intelejen China, Ministry State Security (MSS), untuk terbentuknya kebangkitan "INDOCHINA 2025".

4. Satuan tugas yg memanfaatkn asas kewarganegaraan yang dianut RRC, Hak kewarganegaraan untuk darah (ius sanguinis) berdasarkan keturunan orang tua. (Keturunan China dimanapun dia adalah warga negara RRC -red)

5. Slogan "Cinta Indonesia" adalah kedok ketika hampir separuh hidup mereka lebih banyak berada diluar negeri, dan menjelekkan para kaum pribumi di LN.

6. Bagaimana bisa, pribumi yang sejak lahir hidup di NKRI, kini dipertanyakan kecintaannya kepada NKRI???

7. Bagaimana bisa, pribumi yang sudah merasakan suka dan susahnya hidup di NKRI sejak lahir, kini tiba tiba dilabeli anti NKRI???

8. Tiba tiba mereka yang hampir separuh hidupnya tinggal di Macau, Singapura dan Beijing, lantang teriak kami lebih Indonesia???

9. Cerita bermula, ketika status kewarganegaraan Steven yang menyematkan panggilan "TIKO" kepada Gubenur TGB, ternyata memiliki kekebalan diplomatik.

10. Setelah ditelusuri oleh kawan yang berkantor di kalibata, mengatakan Steven adalah aset intelejen MSS.

11. Dia (Steven) memang di-operate untuk lakukan tindakan itu kepada TGB, sesuai instruksi intelejen MSS.

12. Dan orang seperti ini (Steven cs) sulit di sentuh aparat keamanan akibat adanya intervensi status diplomatik yang melekat, MSS.

13. Ambisi China untuk membangun jalur sutera modern, dipastikan juga didukung kekuatan intelejen didalamnya.

14. Dan bukan sebuah kebetulan, di tiap negara yang menjadi target China, issue issue rasis, pribumi dan bukan pribumi, menjadi jualan utama.

15 Di Angola, China sengaja menyebut warga pribumi Angola sebagai "xenofobia" (warga pribumi yang tidak suka dgn warga Pendatang).

16. Warga pribumi Angola diopinikan RASIS, karena tidak mau menerima bangsa China.

17. Dan China memakai media media di Angola untuk memecah persepsi masyarakat pribumi Angola terhadap keberadaan warga China.

18. Sama seperti di Indonesia, warga Angola yang menerima China adalah warga toleran, sementara warga Angola yang menolak dilabeli intoleran.

19. Dan di Angola pun, polisi Angola yang berasal dari pribumi justru lebih memilih dan memihak warga China yang ada di Angola.

20. Perpecahan diantara warga pribumi di Angola disulut oleh media dan pandangan toleran dan intoleran.

21. Angola bisa pecah krn China memakai jualan infrastruktur yg menarik hati pribumi Angola yg brsedia menjadi pengkhianat bangsanya sendiri.

22. Bukan hanya di Angola, di Srilanka pun terjadi demikian, pola yang sama, adu domba antar pribumi.

23. Semua negara yg menjadi target, harus pecah dlm pilihan, memilih China dan dikatakan toleran, atw pilihan melawan & dkatakan intoleran.

24. Semua negara menganggap keberadaan China di negaranya sebagai mimpi dan sebuah mimpi buruk.

25. Dan tengoklah situasi bangsa kita saat ini, intelejen China sengaja memakai proxy nya yang berada di Indonesia.

26. Dari Sabang hingga Merauke, issue Rasis sengaja dibuat untuk menjadi aksi dan reaksi.

27. Sosok seperti Steven yang ternyata bagian operasi intelejen China MSS pun kita 'makan' dengan sangat lapar, aksi dan reaksi.

28. Bahkan kawan yang berkantor di kalibata pun mengatakan akun akun robot mangga dua pun bekerja secara massif dan sistematis memecah belah.

29. Membangun opini kebencian serta membangun opini playing victim pun dilakukan, sementara kita? Ikut terseret arus deras yang diciptakan.

30. Kawan pun menambahkan, yang menyelamatkan negeri ini dari perpecahan justru karena faktor Agama dan TNI.

31. Karena orang yang beragama yang masih bisa menahan dan mengendalikan emosi walau begitu banyak pancingan umpan yg diberikan.

32. Alasan utama lain, rakyat negeri ini masih percaya dgn TNI dan TNI selalu bsama rakyat. Maka bersiaplah TNI bisa jadi target tuk dibenci.

(dari twitter: @Ronin1948)

Baca juga: HEBOH! Konglomerat Sukanto Tanoto: "Indonesia Ayah Angkat, Cina Ayah Kandung"