Kekuatan Gelap Di Belakang "BOM BUNUH DIRI"


AMROZY BUKAN PELAKU BOM BUNUH DIRI

(by Fahmi Amhar)

Amrozy bukan pelaku bom bunuh diri,
namun dia pelaku bom yang dahsyat, tahun 2002 di Bali !
bahkan terlalu dahsyat menurut rekonstruksi TNI.

Korban bom itu ratusan, tidak cuma orang Bali dan Australi,
ada juga sejumlah muslim yang ikut mati ...
Tak tahukah para teroris itu:
bahwa membunuh satu orang secara batil itu seakan-akan membunuh manusia seisi bumi ?

Di pengadilan, Amrozy masih yakin dengan perjuangannya.
Bahkan, dia berkata Tuhan telah memberkatinya,
karena bom buatannya, meledak melebihi perkiraannya.
Dia menafikan kalau ada sesuatu yang menunggangi aksinya,
meski semua ahli bahan peledak meyakininya.

Siapakah yang menunggangi Amrozy?
Ini tidak terungkap hingga kini ...
bahkan untuk mengungkapkannya tak ada yang bernyali ...
Jadinya muncul banyak spekulasi ...
Apakah kaki tangan Yahudi ???

Amrozy telah dieksekusi mati.
Benar, dia masih punya teman-teman rahasia yang simpati,
yang akan terus mendendam sampai nanti.
Mereka bahkan menganggap gerakan dakwah lain itu banci !
NU, Muhammadiyah, Hizbut Tahrir, itu semua banci !!!
Karena mereka yakin, jihad itu satu-satunya jalan yang pasti !
demi tegaknya Islam menurut versinya di negeri ini.

Kini, sebuah bom meledak di halte bus, konon bom bunuh diri !
Benarkah itu bunuh diri ? Pelakunya tak bisa lagi diinterogasi !
Ternyata pelakunya tidak seperti Amrozy !
Terburu menyatakan itu bunuh diri, membuat kita tidak teliti !
Terburu menyatakan itu pengalihan isu, lebih konyol lagi !
Faktanya ada seorang anak, ayah atau suami yang mati !

Indonesia bukan seperti Palestina atau dulu Irlandia Utara,
di mana kelompok perlawanan membuat ancaman via media,
lalu gerilyawan berani mati meledakkan diri di tengah massa,
untuk menakut-nakuti rakyat agar menekan pemerintah mereka,
agar agenda politik mereka terlaksana.

Di Indonesia, siapakah kelompok yang memaksakan diri,
lalu mengultimatum pemerintah bila permintaannya tak diikuti?

Adapun "pelaku bom bunuh diri" yang terlanjur mati ...
Bisa saja, dia hanya orang yang dibayar untuk suatu ekspedisi,
dan tidak tahu menahu dengan apa ranselnya diisi,
lalu tiba-tiba kekuatan gelap menekan suatu tombol kendali ...
dan BUMMS, badannya jadi termutilasi ...

Kekuatan gelap itulah yang dengan canggih berbagi informasi,
sehingga media sudah mendapatkan reportase sangat rapi,
hanya beberapa detik setelah bom itu terjadi ...
atau malah sebelumnya lagi ...

Kekuatan gelap itu tidak ingin Indonesia ini terus bersatu,
apalagi bersatu dan menerapkan aturan dari Tuhan yang Satu !
Kekuatan gelap itu ingin kita terus terpecah agar mudah dijajah,
karena meninggalkan syari'at yang penuh berkah.

Kekuatan gelap itu pasti bukan yang rindu Islam merahmati semesta,
buktinya mereka juga tidak berbuat apa-apa pada penista agama.

Maka marilah, kita lebih kritis dan kreatif mencerna informasi.
Apalagi kalau kita adalah kelas di atas rata-rata anak negeri.
Apalagi kalau kita adalah pengayom masyarakat atau polisi.
Beri ketenangan pada semua, jangan terburu menstigmatisasi !
Jangan di atas gendang kekuatan gelap kalian menari.
Karena orang seperti Amrozy bukan pelaku bom bunuh diri !!!