DULU, RK KERAS HUKUM Perusak Keindahan Bandung, KINI ke AHOKER HANYA Keluarkan Imbauan


[PORTAL-ISLAM] Vonis dua tahun penjara dalam kasus penodaan agama yang dijatuhkan kepada Basuk Tjahaja Purnama (Ahok) ternyata tidak ditanggapi dengan baik oleh pendukungnya. Hal ini terbukti dati diselenggarakannya acara 1000 lilin untuk Ahok di berbagai daerah yang mengungkapkan ketdakpuasan mereka atas hukum yang berlaku di Indonesia.

Namun acara 1000 lilin di Bandung akhirnya berujung konflik dengan bobotoh, pendukung Persib. Hal ini diawali cuitan seorang Ahoker yang mengeluh bahwa peserta aksi 1000 lilin dikepung loudspeaker yang sengaja dipasang di lokasi dan siarkan live Persib.

Cuitan tersebut sontak membuat para pendukung Persib marah besar.


Acara nobar Persib sudah dijadwalkan dari lama, berbeda dengan Aksi 1000 liln Ahokers yang mendadak dan tidak ada perizinan. Sesudah aksi pun, para peserta tidak membersihkan bekas-bekas lilin yang kiini mengotori kota Bandung. Hal ini akhirnya membuat para netizen mempertanyakan bagaimana sikap Walikota Bandung Ridwan Kamil.
Akhirnya Ridwan Kamil pun menanggapi pertanyaan netizen.
Pernyataan kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil pun membuat beberapa netizen kecewa. Pasalnya Emil yang tadinya tegas dan garang, sekarang terlihat lembek. Dulu bahkan ia menyuruh pelaku vandalisme untuk mengepel Jalan Braga, Bandung.

Berikut kutipan beritanya.

Wali Kota Ridwan Kamil telah menerima permintaan maaf Fadil Simeray, warga Bandung yang melakukan aksi vandalisme dengan berdiri di atas bangku yang ada di sekitar Kota Bandung. Aksi Fadil tersebut sempat membuat Ridwan geram.

Namun, Ridwan Kamil tidak begitu saja melepaskan Fadil. Agar kejadian ini tidak terulang lagi, pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut memberi Fadil hukuman untuk membersihkan Jalan Braga.

"Diterima maafnya. Tapi tetap harus ngepel Jalan Braga," tulis Ridwan Kamil melalui akun Twitter pribadinya, Rabu (29/4).

Sumber: https://www.merdeka.com/peristiwa/ridwan-kamil-hukum-pelaku-vandal-di-bandung-untuk-pel-jalan-braga.html

Berikut ungkapan kekecewaan netizen.



Dalam pemberitaan di tempat lain juga Kang Emil juga memperlihatkan kegarangannya dalam membela kebersihan kota Bandung.



Baru diresmikan sekitar seminggu lalu, trotoar di sekitar Jalan Dago, Bandung, kembali terlihat kumuh. Sampah-sampah berserakan di bawah kursi bagi pejalan kaki. Hal itu memancing kemarahan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Melalui akun Instagramnya @ridwankamil, ia menegur para pembuang sampah tidak bertanggung jawab itu dengan #KelasMenengahNgehe. Ia bahkan sempat memberikan jari tengah sebagai simbol penghinaan kepada mereka yang meninggalkan sampahnya sembarangan.

"Buat anda2 #KelasMenengahNgehe yang menikmati trotoar dago yang baru tapi nyampah seperti ini. Ini pesan dari kami: Salam jari tengah," tulis Ridwan Kamil, Minggu, 12 Februari 2017.

Sumber: http://regional.liputan6.com/read/2854249/ridwan-kamil-beri-salam-jari-tengah-bagi-pembuang-sampah-slebor

Berkut tanggapan netizen:

@roymz_13: takut menyinggung perasaan majikan.

@THaripriambodo: Baru pada tingkat dukungan parpol, sdh kehilangan kemerdekaan berpikir. Apalagi bila sampai sukses jd Gub, hanya wayang.

@thisisntep: Can nanaon geus seun ku nasdem (Translate: Belum apa2 udah takut sama nasdem)

@sohen66: pertanda RK sdh "terbelenggu" utk tdk bersikap yg dpt menyakiti partai pendukung. Bullshit klo bilang partai ga ngaruh.

@KangOyat: Teu ngarti puguh ge, prihatin kamu berubah pak..@ridwankamil

@Mehmet_AlFatih: Nasdem kan Ahoker Bang.. Iye gak kang @ridwankamil ? Baru punya jaksa dunia ajah takut..heeelllllllow

@eganfahreza: Kamu Berubah.... PAPA JAHAT..!!!

@indrawsk: Idealisme @ridwankamil sudah tergadai partai, jadi kikuk dan akhirnya blunder..ngga enakan sama @basuki_btp yaa

@Wereng_Coklat: Dulu siapapun yg merusak keindahan dan ketertiban akan diajak gelut RK

@redhairscholes: Ciyee yg takut sama media & kejaksaan

Apa yang terjadi dengan Kang Emil sebenarnya?