DI KAMPUNG INI, ANAK SAPI-PUN BISA JADI TERSANGKA


[Kiriman Prof. Laode]

Suatu hari, seekor Ayam lewat di kandang sapi. Si Ayam melihat paha anak Sapi yang mulus lagi tertidur. Ayam kemudian mengirim WhatsApp ke Bebek.

"Bek, paha anak Sapi ini mulus sekali".

Bebek menjawab, "Mulus belum tentu halus. Coba dielus..."

Chat antara Ayam dan Bebek itu kemudian berlangsung hot. Hingga suatu saat Hansip kampung melihat chat antara Ayam dan Bebek. Hansip langsung menetapkan anak Sapi sebagai tersangka.

Paha mulus anak Sapi milik sendiri, tidur di kandangnya sendiri, tidak melakukan apapun yang merugikan hewan lain. Kalau ada yang tersangsang dengan paha Sapi, itu seharusnya urusan sendiri. Tidak ada yang dirugikan dengan paha mulus anak Sapi, tidak ada pula yang melapor ke Hansip jika paha mulus anak Sapi meresahkan.

Karena itu para hewan lain di kampung seperti burung, kucing, kambing, angsa dll mengajukan protes pada Hansip.

"Mengapa anak Sapi dijadikan tersangka?" ujar Kambing sebagai juru bicara warga.

Dengan enteng Kepala Hansip menjawab: "Kalau anak sapi merasa tidak bersalah, silahkan buktikan saja di pengadilan".

Selesai.