Bercuit Soal Bhinneka dan Pancasila, Ketum PSI Dapat Wejangan MAKJLEB Dari Sesepuh Katolik

[PORTAL-ISLAM] Pasca vonis Ahok, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie terlibat dalam aksi yang digelar pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Tugu Proklamasi, Pegangsaan, Jakarta, Rabu, 10 Mei 2017. Dalam kesempatan itu, mantan jurnalis dan news anchor di sebuah tv swasta ini menggagas penghapusan pasal penodaan agama.

"Kami tidak intervensi proses hukum. Proses hukum mekanismenya harus dilalui. Tapi putusan hakim melukai rasa keadilan," kata Grace saat ditemui di sela aksi solidaritas yang diselenggarakan di Tugu Proklamasi.

Grace mengatakan vonis dua tahun penjara kepada Ahok atas kasus penistaan agama merupakan sebuah preseden buruk. Dengan contoh kasus tersebut, siapa pun bisa terkena oleh pasal karet itu akibat kepentingan politik.

"Kami menuntut pasal penodaan agama dihapuskan," ujarnya saat itu.

Hari ini, Grace Natalie kembali berkicau di media sosial melalui akun twitternya @grace_nat.
Cuitan bernada provokatif ini akhirnya membuat seorang netizen senior, seorang penganut Katolik taat bernama Antonius Boediono berkomentar.


Lebih lanjut, pengusaha asal Yogyakarta ini juga berkata bahwa Gereja Katolik TIDAK PERNAH merasa menjadi korban atas penganiyaan kebencian agama maupun ras.