Ahoker Dibiarkan Sampai Pagi, Pengkritik Jokowi Digebuk Habis; Apa Harus Pake Baju KOTAK-KOTAK Biar KEBAL HUKUM?


[PORTAL-ISLAM] JAKARTA - Keluarga Alumni KAMMI mengutuk keras tindakan represif aparat terhadap mahasiswa KAMMI yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana pada Rabu (24/5/2017). Kekerasan yang dilakukan aparat harus diusut tuntas dan mahasiswa yang ditangkap dibebaskan.

“Mengutuk keras kekerasan yang terjadi pada mahasiswa yang berunjuk rasa malam ini. Kekerasan dan represifitas aparat keamanan harus diusut tuntas. Segera bebaskan mahasiswa yang ditangkap,” kata pernyataan bersama Keluarga Alumni KAMMI, Rabu malam.

Pernyataan yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Pimpinan Nasional Keluarga Alumni KAMMI, Rahmantoha Budiarto dan Ketua Bidang Politik Muhammad Irfan itu melihat perlakuan tidak adil yang dilakukan aparat dalam menyikapi unjuk rasa. Hal itu terihat saat aparat memberlakukan unjuk rasa pendukung Ahok.

“Ahoker dibiarkan sampai pagi, tapi masyarakat yang kritis pada Jokowi digebuk habis,” ujar pernyataan tersebut.

Menurut Keluarga Alumni KAMMI, diskriminasi itu telah menyakiti masyarakat luas. Akibatnya, masyarakat tidak simpatik dan antipati kepada Polisi.

Pemerintah didesak mendengar tuntutan mahasiswa dan rakyat. Seluruh kasus korupsi yang mandeg, mulai dari dugaan Korupsi Bus Transjakarta, Reklamasi Teluk Jakarta, Simpang Susun Semanggi, BLBI, E-KTP dan sebagainya.

Lebih lanjut, pernyataan tersebut menuntut bangsa harus bebas dari tekanan pemilik modal dan koruptor yang mengacaukan kehidupan bangsa ini. Seluruh kekuatan modal yang menyetir dan mengendalikan hukum di negara ini harus dilawan.

Seperti diketahui, ratusan mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melakukan unjuk rasa di depan Istana Negara Jakarta, Rabu (24/5). Mereka menuntut penegakkan hukum yang berkeadilan di Indonesia.

Aksi tersebut berujung ricuh setelah aparat bertindak represif. Sejumlah mahasiswa luka-luka. Tujuh lainnya ditangkap.




[VIDEO - Detik-detik massa KAMMI ditindak represif]