TERBUKTI TIDAK BERSALAH, Polri Pulangkan Politikus PKS Yang Sempat Heboh Dikaitkan ISIS

(Kiri-Kanan: Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul, Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli, dan anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Alhabsyi dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/4) terkait deportasi politikus PKS Muhammad Nadir Umar. Foto: Fathan Sinaga/JPNN)

[PORTAL-ISLAM] JAKARTA - Setelah sempat ditahan selama dua hari di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA), Bambu Apus, Jakarta Timur, anggota DPRD Pasuruan dari PKS Muhammad Nadir Umar akhirnya dipulangkan, pada Senin (10/4).

Muhammad Nadir Umar diperiksa setelah dipulangkan oleh otoritas Turki, dari Suriah, pada Kamis (6/4).

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli mengatakan, Nadir dan rekannya aktivis dari LSM Forum Dakwah Nusantara Budi Mastur sudah dikembalikan ke keluarganya masing-masing.

Boy memastikan, keduanya tidak terbukti dalam tindak pidana terorisme.

"Informasi hari ini, mereka selesai pemeriksan. Dan hari ini dijadwalkan dipulangkan kepada pihak keluarga," kata Boy dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (6/4), dikutip JPNN.

Mengenai deportasi yang dilakukan otoritas Turki, kata Boy, lantaran kedua orang tersebut salah visa di Lebanon.

Boy menjelaskan, di Lebanon harus menggunakan visa by application, sedangkan kedua pelaku menganggap masuk Lebanon bisa mengajukan visa on arrival.

"Oleh karenanya, saat masuk ke Lebanon ditolak, dan di Turki dilakukan deportasi," kata dia.

Sementara, anggota DPR dari Fraksi PKS, Aboe Bakar Alhabsyi mengatakan, Nadir akan dipulangkan via Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sore ini pukul 17.50 WIB.

"Nanti dari pihak keluarga di sana akan menjemputnya. Nanti dilanjutkan, dari Surabaya ke Pasuruan," terang anggota Komisi III itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Muhammad Nadir Umar dijemput tim Densus 88 Antiteror Polri setiba di Bandara Juanda Surabaya pada Sabtu, 8 April 2017.

Penjemputan Densus 88 pada politikus PKS ini sempat heboh digoreng beberapa media dengan dikaitkan terlibat ISIS.

Padahal diketahui keduanya masuk ke wilayah Suriah dengan ikut rombongan relawan misi kemanusiaan Yayasan Quori Umah.

Yayasan tersebut berencana menyalurkan dana sebesar 20.000 Dollar Amerika Serikat yang akan didonasikan kepada para pengungsi di Turki dan Lebanon.


Baca juga :