TELAK!! MEMBONGKAR FITNAH AHOKER YANG MENUDING KASUS STEVEN CUMA REKAYASA. INI BUKTINYA!


[PORTAL-ISLAM] Seorang pendukung Ahok yang bernama Niluh Djelantik membuat sebuah status blunder dengan mengatakan bahwa kasus penghinaan yang dilakukan oleh Steven Hadisurya Sulistyo kepada Gubernur NTB Tuanku Guru Bajang adalah sebuah kasus pura-pura. Ia mengatakan bahwa orang bernama Steven tidak pernah ada dan hanyalah tokoh fiktif yang dibuat untuk memperpanas suasana jelang pilkada DKI Jakarta 2017.

Hal ini kemudian menjadi sorotan dari seorang netizen lain bernama Tara Palasara. Dengan cara halus, ia membantah status Niluh dengan bukti-bukti lengkap yang tak terbantahkan.

Berikut status Tara Palasara.

Beib, mintalah maaf kepada Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi dan Masyarakat NTB ....

[ Aa' Tara mencemaskanmu ..... ]

kali ini Aa' Tara serius, Beib... karena rasanya tidak ada warga medsos dari Kubu Oposisi yang begitu tulus "menyayangimu" selain Aa' Tara sorangan .... tidakkah kau sadari dan rasakan itu semua ?!


sudah puluhan (bahkan ratusan ?) kali, dirimu membuat status di medsos yang mengundang multi tafsir karena cenderung "hoax" dan tendensius TAPI TIDAK SESENSITIF STATUSMU KALI INI...


baru saja, kamu melansir sebuah informasi bahwa :

Sosok Steven Hadisurya Sulistyo yang dilaporkan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi adalah MANUSIA FIKTIF !

secara tidak langsung (walau kamu tidak menulisnya), perbuatanmu melansir info itu bisa dimaknai kamu menuduh TGB Zainul Majdi telah melakukan kebohongan publik melalui "peristwa penghinaan dirinya oleh sosok yang bernama Steven Hadisurya Sulistyo di Bandara Changi - Singapura.

Astaghfirullah.... kamu ini habis #keselek pepes gurita berapa ton ? kok jadi soak gitu, cara berpikirmu.....

Apa kamu gak menyimak pemberitaan pers dan liputan live TV swasta nasional tentang kasus ini.....

Nih... Aa' Tara jelasin secara gamblang ya.... sambil makan kripik kecebong juga boleh ....

1]. Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Arief Rachman MEMBERIKAN INFORMASI kepada detikcom, Jumat (14/4//2017), bahwa "Pihak kepolisian Bandara Soekarno-Hatta sudah melayani dengan baik, mempersilakan para pihak untuk bertemu di pos polisi terdekat, apakah mau dibuatkan LP (Laporan Polisi) atau tidak, kita tidak mengintervensi. Tetapi atas kebijakan TGB, beliau memaafkan Steven,"

https://news.detik.com/berita/d-3474559/kata-polisi-soal-perdamaian-gubernur-ntb-dengan-pria-pemakinya


CATATAN : yang membuat berita adalah situs DETIK.COM dengan mendasarkan pada informasi dari Kombes Arief Rachman [ Kapolres Bandara Soekarno-Hatta ]. Dari sini saja, tuduhanmu udah gugur ! karena di statusmu kamu menuduh bahwa Fitnah fiktif steven itu buatan HT taipan media. tau ya.... DETIK.COM bukan milik HT.

DAN BERANIKAH kamu menuduh situs DETIK.COM dan atau malah justru KOMBES ARIEF RACHMAN membuat informasi / berita palsu ?????

2]. ada wawancara live di Stasiun TV ONE (perihal kasus terkait) yang sudah pasti kamu tahu, stasiun TV tersebut bukan-lah milik HT. [ capture ada di kolom komentar ]

====> kamu juga sudah memfitnah seorang HT di sini...

TENTANG "KEMISTERIUSAN" sosok Steven Hadisurya Sulistyo yang kamu nyatakan bahwa Figure steven sebenarnya gak ada, foto ambil sembarang dr internet, ktp diedit. TOLONG BACA DULU link di bawah ini :

Tuan Guru Bajang Telah Menegur, Tapi Steven Tetap Memaki

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/04/20/ooox5b377-tuan-guru-bajang-telah-menegur-tapi-steven-tetap-memaki

Begini Kisah Lengkap Kasus Tiko Steven Atas Tuan Guru Bajang

http://nusantarakini.com/2017/04/18/begini-kisah-lengkap-kasus-tiko-steven-atas-tuan-guru-bajang/


dari informasi yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nadhlatul Wathan (PBNW) Hasanain Juaini, [ dari hasil tabayyun dgn TGB ], sebagaimana dilansir oleh 2 situs tersebut DI ATAS, kamu akan tahu bahwa

di Bandara Soekarno-Hatta ada seseorang yang mengaku sebagai pamannya dan juga polisi bandara yang "membantu" Steven agar masalah penghinaan itu tidak sampai masuk ke jalur hukum dan diselesaikan secara kekeluargaan.

NAH,

pemberitaan masif yang melibatkan berbagai nama instansi, individu dgn jabatan formil dan bukti-bukti tertulis, kok kamu masih tuduh sebagai HOAX ?! kalau HOAX kenapa Kombes Arief Rachman tidak menSomasi DETIK.COM ??? apa iya TGB Zainul Mahdi bertindak seblunder itu ???!

Sungguh... saya mempertanyakan kewarasan logika akal pikirmu dalam mencerna informasi-informasi yang ada....

#pilon boleh.... tapi jangan bertindak #membahayakan diri 'lah Beib, aku beneran mengkhawatirkanmu...

TAMBAHAN :

Untuk informasi yang menyebutkan bahwa Penghina Gubernur NTB Anak Winarko Sulistyo, Orang Terkaya ke-106

http://www.netralitas.com/nasional/read/24156/penghina-gubernur-ntb-anak-winarko-sulistyo-orang-terkaya-ke-106


Ada bantahan dari perusahaan milik WS bahwa Mr. Winarko Sulistyo, one of the Company’s Commissioners, does not have a son, named Steven Hadisurya Sulistyo.

http://www.fajarpaper.com/investor-relations/press-releases/106-news-article-clarification


==> biar gak terjebak fitnah, hentikan angkat tema terkait Konglomerat Winarko Sulistyo.

===> yang pasti Steven tetaplah BUKAN "ORANG BIASA" menilik sedemikian atraktifnya oknum-oknum di Bandara dalam memediasi perdamaian antara TGB dengan dirinya.

_________

Jelang tidur malam ini, Aa' sempetin do'a, semoga Tuhan YME esok pagi membangunkanmu dengan (sedikit) tambahan akal sehat.... (dan lantas jangan malu untuk mencabut status yg ada dan memohon maaf....)

kadang Aa' Tara berpikir, apa perlu kamu saya kirimi peyek semut rangrang satu container, biar menyembuhkan nyinyir mulut pedasmu itu Beib.... :( :'( hanya demi seorang Koh Ahok, kamu rela menghinakan dirimu sendiri untuk yang kesekian puluh kalinya...

note : untuk saudaraku Masyarakat NTB, tetaplah menahan diri sebagaimana yang dititahkan oleh Tuanku Guru Bajang, tks.
--------


Catatan: Saat ini status Niluh Djelantik sendiri sudah raib dari timeline facebooknya. Namun seseorang netizen, kemarin 21 April 2017 berbaik hati mengunggah hasil screenshoot akun Niluh Djelantik.