TEGAS!! Wakil Ketua KPK: Penyerangan Novel Tak Terkait Bisnis Online Pakaian Muslim!


[PORTAL-ISLAM]  Wakil Ketua KPK La Ode M Syarief mencermati kinerja polisi dalam menangani kasus penyerangan kepada Novel Baswedan.

Dalam penuturannya kepada sejumlah wartawan selepas Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III petang tadi, Selasa 18 April 2017, La Ode M Syarief menegaskan beberapa hal.

La Ode meminta pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku penyerangan berupa penyiraman air keras kepada Novel Baswedan.

"Dalam kasus Novel Baswedan yang utama itu tangkap dulu pelakunya baru diketahui apa motifnya," tuturnya.

La Ode juga menegaskan, KPK masih memercayai institusi Polri dalam menangani kasus Novel Baswedan.

"Polri memiliki reputasi baik dalam mengungkap kasus, KPK percaya Polri dapat segera mengungkap kasus Novel Baswedan," imbuhnya.

Terkait pernyataan Kapolda Metro Jaya beberapa saat lalu yang menyatakan ada keterkaitan antara kasus Novel dengan bisnis pakaian istri Novel, La Ode M Syarief menyatakan dengan tegas bahwa keduanya tak saling berkaitan.

"Kasus Novel Baswedan tidak ada hubungannya dengan bisnis istrinya," tegas La Ode lagi.

Diberitakan sebelumnya, kepolisian belum menemukan titik terang dalam kasus teror terhadap Novel Baswedan. Pasalnya, polri mengaku kesulitan mencari bukti.

Salah satu bukti yang dianggap penting untuk mengungkap pelaku adalah dengan identifikasi sidik jari dalam cangkir yang digunakan pelaku untuk menyiram air keras ke penyidik KPK.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyebut, polisi tidak menemukan adanya sidik jari di cangkir itu.

"Namanya cangkir, gagangnya kecil. Kami tak mendapatkan di situ," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin 17 April 2017.

Selain cangkir, polisi yang telah mengantongi bukti foto orang yang diduga mengintai kediaman Novel sebelum menjalankan aksinya, juga belum mampu memastikan apakah orang dalam foto itu memang pelaku penyerangan Novel atau bukan.

"Masih kami dalami kembali," papar Argo.

Hingga kemarin, tim khusus dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara dan Polsek Kelapa Gading sudah memeriksa 19 saksi yang merupakan tetangga penyidik KPK itu.

Mereka hendak mendalami tamu yang berkunjung ke sekitar perumahan tempat tinggal Novel di Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Saksi-saksi ini yang perlu kami dalami berkaitan dengan kegiatan-kegiatan keluar-masuknya orang di perumahan korban," imbuhnya.

Selain itu, polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri terhadap CCTV yang ada di lingkungan tempat tinggal Novel.

Ditemui secara terpisah, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menyebut, CCTV yang menjadi petunjuk, kurang jelas.

"Kalau (gambar) CCTV jelas, enak," ujar Boy di Mabes Polri, Senin 17 April 2017.

"Ini peristiwa masih dini hari, matahari belum terbit, belum ada info secara langsung dengan peristiwa," ujar Boy.

Rekaman CCTV di kediaman Novel, sama sekali tak bisa mengidentifikasi wajah kedua pelaku. Bahkan, plat nomor kendaraan pelaku saja tidak bisa dilihat dari rekaman itu.

Boy pun membandingkan dengan CCTV yang ada di rumah korban perampokan Pulo Mas pada awal tahun 2017 lalu yang menewaskan sang empunya rumah, Dodi Triyono.

"Peristiwa Pulomas, CCTV sangat jelas, mempelajari gerak-gerik pelakunya di mana satu agak pincang. Itu memang diuntungkan," terangnya.

Sekalipun begitu, Boy menegaskan, kepolisian tak menyerah. Mereka terus melakukan pendalaman. Saat ini, penyidik tengah menyinkronkan semua keterangan saksi-saksi dengan alat bukti lain.

Salah satunya, dari foto yang didapat polisi. Foto itu diambil Novel saat merasa diikuti seseorang.

"Selain Pak Novel sendiri, siapa nih yang mendukung yang menyatakan dua orang itu melintas di situ. Itu yang dikejar," tutup Boy.