SIDIK SKANDAL MEGA KORUPSI, Tetangga Novel: Mengapa Novel Tak Diberi Pengawalan Khusus?


[PORTAL-ISLAM]  Tak salah jika beberapa kasus mega korupsi patut diduga menjadi motif penting di balik penyerangan kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Pasalnya, kasus dugaan korupsi pada proyek pengadaan KTP Elektronik disebut-sebut sebagai kasus korupsi terbesar di Indonesia.

Dana yang diduga dijadikan bancakan dari proyek ini pun tak main-main, mencapai angka Rp 2,3 triliun. Angka ini jauh lebih besar dari kerugian negara yang diderita dari proyek Hambalang atau Simulator SIM.

Selain itu, kasus KTP Elektronik juga menyeret banyak nama besar, mulai dari kalangan legislatif, swasta, hingga eksekutif. Sehingga tak mengejutkan jika kasus ini menyita banyak perhatian.

Namun di tengah gencarnya sorotan publik terhadap kasus ini, para penyidik KPK yang mengusut kasus ini justru tak mendapatkan pengamanan. Di antara para penyidik tersebut adalah Novel Baswedan.

Novel tidak mendapatkan pengawalan secara khusus, padahal dia adalah salah satu penyidik senior yang terlibat dalam pengungkapan kasus ini. Hal ini diungkapkan Wisnu Broto, Ketua RT 03, tempat Novel tinggal di Jakarta Utara.

"Enggak seperti dulu. Dulu kan dijagain marinir. Ini enggak dijagain sama sekali," kata Wisnu di depan kediaman Novel di Jalan Deposito, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa 11 April 2017.

Wisnu kemudian membandingan dengan pengamanan yang didapatkan Novel saat ia mengusut kasus Simulator SIM. Saat itu, kata Wisnu, Novel mendapatkan pengawalan khusus.

Bahkan, Wisnu melanjutkan, saat itu mobil Marinir selalu diparkir di depan kediaman Novel. "Marinirnya masuk ke dalam (rumah Novel) jagain keluarga. Kalau salat subuh dikawal sama marinir," katanya.

Wisnu tidak mengingat dengan jelas waktu penjagaan tersebut. Namun, dia memastikan, penjagaan itu berlangsung pada pertengahan 2016. Pengawalan berlangsung selama sekitar tiga bulan.

"Marinir yang jagain pakai senjata lengkap kok. Yang jelas pernah empat, pernah dua (personel,red)," kata dia.

Selasa pagi kemarin menjadi catatan kelam bagi penegakan hukum di Indonesia, saat seorang penyidik hukum KPK, Novel disiram air keras oleh dua orang tak dikenal sesaat setelah ia menunaikan salat subuh. Saat penyerangan itu berlangsung, tak ada pengawal yang melindunginya. —Rappler.com


Usut kasus Novel Baswedan, Kapolri bentuk tim khusus

Tito mengatakan dirinya mendapat telepon langsung dari Novel setelah kejadian.