Rencana Swasembada Pangan 2015-2019, Tapi Impor Pangan Melonjak Januari-Februari 2017


RENCANA SWASEMBADA PANGAN 2015-2019
TETAPI IMPOR PANGAN MELONJAK JANUARI-PEBRUARI 2017

Pemerintah Kabinet Kerja Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bertekad mencapai swasembada pangan beras, jagung dan kedelai dan pada tahun 2017 dan bertekad mencapai swasembada gula dan daging pada 2018 dan 2019.

Menurut data Badan Pusat Statistik 16 Maret 2017 impor beras naik dari 2000 ton (US $ 1,08) juta di Januari- Pebruari 2016 melonjak menjadi 14.473 ton senilai (US $ 11,9 Juta) di bulan Januari-Februari 2017.

JANUARI-PEBUARI 2017 IMPOR BERAS terdiri dari:
1. Pakistan 6500 ton = US $ 2,19 juta
2. India 3510 ton = US $ 1,27 juta
3. China 2213 ton = US $ 7,33 juta
4. Thailand 1500 ton = US $ 8,91 juta
5. Vietnam 750 ton = US $ 247 ratus ribu

JANUARI-PEBRUARI 2017 IMPOR BAHAN PANGAN LAIN terdiri dari:
1. Jagung 68,883 ton = US $ 15,26 juta
2. Kedelai 591,413 ton = US $ 266,38 Juta
3. Biji Gandum & Mesi 1,62 juta ton = US $ 359 juta
4. Tepung Terigu 10,000 ton = US $ 2,99 juta

Dengan demikian maka swasembada bahan-bahan pokok yang utama mengalami kegagalan.

Kita harap rencana program swasemba tetap diusahakan sampai akhir 2017 dan tahun selanjutnya karena akan mengurangi pengeluaran devisa untuk impor dan impor juga menyebabkan tertekannya harga-harga produksi dalam negeri serta merugikan petani lokal.

(Sigid Kusumowidagdo)

Sumber: fb