PILKADA PALING KOTOR: Menghadang Anies-Sandi Dengan Kampanye Hitam


Tiba-tiba ada banyak sepanduk bertebaran tentang program kerja 100 hari Anies-Sandi..isinya "keren", yaitu program "Jakarta Sersyariah". Sepintas sih seperti islami & secara isi bagus..

Tapi, tim sukses Anies-Sandi menyatakan spanduk-spanduk yang bertebaran ini sama sekali bukan dibuat & disebarkan oleh tim Anies-Sandi.

Bukan cuma spanduk bodong yang tiba-tiba muncul, tiba-tiba muncul juga Forum Syuhada Indonesia yang seolah-olah ada di belakang Anies-Sandi..

Ini memang pilkada paling menyebalkan..dimana para oknum tidak segan-segan membuat masyarakat saling berhadapan bahkan menyulut-nyulut kerusuhan dengan fitnah-ftinah picisan..cara-cara lama yang sudah basi masih saja dilakukan..

Kalau fitnah dengan kampanye hitam soal Anies-Sandi sih sudah tidak berbilang banyaknya..nah kalau yang baru ini modusnya seolah-olah positif, seolah-olah islami..tapi sebenarnya bermaksud mendiskreditkan Anies-Sandi.

Dulu di jaman Nabi ada juga sekelompok kaum membangun masjid..islami kan? Baguskan? Tapi Rosul bukan hanya tidak mau sholat di masjid itu, bahkan Rosul meminta masjid itu di robohkan..
Bayangkan Rosul memerintahkan utk merobohkan masjid..kalau terjadi di jaman sosmed sekarang, kampanye hitam pada Nabi pasti luar biasa..

Kalau masjid itu dibiarkan akan menjadi fitnah, dihancurkan juga jadi fitnah..tapi nabi memerintahkan untuk menghancurkan masjid itu..mengapa? Allah memberi tahu alasan masjid kaum munafik itu didirkan..

Allah berfirman dalam surat At-taubah (9) ayat 107, ''Dan orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan terhadap orang-orang Mukmin secara khusus, dan masyarakat secara umum, dan untuk kekafiran dan tujuan pengingkaran kepada Allah SWT serta untuk memecah belah antara orang-orang Mukmin...''

Jadi masjid itu sengaja didirikan untuk menimbulkan kemudhorotan & memecah belah sehingga harus dihancurkan..nah kalau anda melihat sepanduk-spanduk yang kesannya bagus tapi sebenarnya ditujukan untuk menimbulkan kemudhorotan & memecahbelah, jangan segan-segan untuk menurunkannya..

(Mukhamad Najib)